Meski APBD II Agak Terganggu, Dindikpora Rembang Jamin Beasiswa S-1 Tetap Utuh

NEWS

Rembang-Inspirasiline.com. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang memastikan dana beasiswa jenjang S-1 tetap diterimakan utuh. Sebab program tersebut merupakan salah satu program prioritas Pemkab Rembang.

Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Rembang mengklaim tidak akan me-recofusing anggaran untuk beadiswa.

Nantinya, para calon penerima beasiswa itu akan tetap menikmati fasilitas utuh, dengan total anggaran sekitar Rp 3,6 miliar.

Meskipun, pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Perubahan nanti, Pemkab berencana akan merasionalisasi anggaran.

Hal ini ditempuh untuk menutup defisit anggaran akibat ketidaksesuaian proyeksi Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (Silpa).

Disinggung soal refocusing pada anggaran beasiswa, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Rembang memastikan, pemberian beasiswa akan tetap dilaksanakan.

Termasuk fasilitas yang diberikan akan tetap sama dari tahun-tahun sebelumnya.

“Pak bupati konsekuen khusus untuk mencerdaskan anak bangsa,” kata Kepala Dindikpora Rembang, Sutrisno, kepada media.

Bahkan, tahun ini saja Pemkab menggelontorkan anggaran Rp 3,6 miliar untuk memberikan beasiswa pada jenjang S-1.

Program ini sendiri ditujukan kepada warga Rembang yang menempuh pendidikan di perguruan tinggi negeri di wilayah Pulau Jawa dan Bali. Selain itu juga untuk perguruan tinggi swasta di Rembang.

“Kami beri Uang SPP dan biaya hidupnya. Sampai empat tahun. Kami pakai kewajaran, biasanya empat tahun lulus,” jelasnya.

Pemberian beasiswa kepada para penerima relatif bervariatif. Tergantung tempat dimana yang bersangkutan berstudi.

Sutrisno mengatakan, rata-rata setiap semester mahasiswa terpilih itu mendapatkan Rp 6 juta. “Di Jakarta kelihatannya Rp 8 juta. Satu semester,” ujarnya.

Sampai dengan Sabtu (22/7), pihaknya masih membuka pendaftaran untuk beasiswa tahun 2023.

Jika melihat tahun sebelumnya, ada sekitar 70 mahasiswa yang mendapatkan beasiswa.

“Ini sudah enam tahun. Bisa dibayangkan, Rembang sudah membiayai sekitar 400 mahasiswa. Kalau pendaftarnya tahun kemarin menyeleksi sampai 200. Yang tahun ini masih proses,” ujarnya.

Untuk bisa lolos, lanjut Sutrisno, ada sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi. Diantaranya diterima di perguruan tinggi negeri, yatim, piatu, maupun yatim piatu, dan dari keluarga  tidak mampu. (yon daryono).

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *