Rembang-Inspirasiline.com. Acara karnaval HUT RI – 78 di Kecamatan Sedan, Kabupaten Rembang, menuai protes.
Protes terutama datang dari kalangan kiai dan lembaga pendidikan agama, yaitu Lembaga Pendidikan Tuhfatus Shibyan, Sedan.
Kritik dan protes dilayangkan lantaran ada sekelompok peserta karnaval yang membawa properti yang dianggap menyerupai alat vital laki-laki dengan ukuran besar.
Properti itu dipanggul oleh para lelaki peserta karnaval yang berpakaian perempuan lengkap dengan payudara palsu.

Selain itu, ada gerakan-gerakan dari kelompok tersebut yang juga dianggap kurang sesuai dengan norma agama dan masyarakat.
Selasa, 22 Agustus 2023, Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Sedan telah datang ke Lembaga Pendidikan Tuhfatus Shibyan.
Kedatangan rombongan yang dipimpin Kapolsek Sedan AKP M Karim dan Camat Sedan Mundakir itu untuk meminta maaf.
Rombongan diterima oleh KH Muslichuddin Asnawi selaku Pengasuh Ponpes Assuniyah.
Usai pertemuan itu, Kapolsek Sedan AKP M Karim mengungkap fakta baru. Kelompok yang dianggap membawa properti menyerupai alat vital lelaki itu ternyata tidak masuk peserta resmi.
Kelompok tersebut tidak berangkat dari titik start semestinya di Lapangan Sedan.
Mereka baru bergabung dengan rombongan dari tengah rute, tepatnya di depan Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sedan.
Demikian pula, kelompok tersebut juga tidak sampai finish sebagaimana ditentukan panitia yaitu di Lapangan Desa Karas.
Kelompok tersebut memilih bubar saat sampai di sekitar SMPN 1 Sedan.
Sehingga rombongan karnaval tersebut memang tidak melewati panggung kehormatan yang berada di depan Kantor Kecamatan Sedan.
“Kami tidak tahu. tahunya setelah video viral, sehingga pihak-pihak terkait langsung kami mintai klarifikasi. Hasilnya, mereka hanya niat untuk lucu-lucuan saja,” jelas M Karim.
Pihak pemuda dan pengurus RT tempat tinggal pemuda yang ikut karnaval tersebut juga ikut saat Forkopimcam datang ke Lembaga Tuhfatus Shibyan.
Dari kejadian ini, Karim memastikan akan melakukan evaluasi untuk pelaksanaan karnaval HUT RI pada tahun depan.
Salah satu evaluasinya adalah akan melibatkan tokoh-tokoh keagamaan dalam perencanaan sebagai bagian dari proses kontrol.
Dalam video yang dikirimkan oleh Sekretaris Umum Lembaga Pendidikan Tuhfatus Shibyan, Muamar Mamduh, ada sebuah kelompok dalam karnaval yang menampilkan sejumlah laki-laki memanggul replika menyerupai alat vital laki-laki berukuran besar.
Pengiring dalam kelompok tersebut yang juga merupakan laki-laki itu berdandan ala perempuan dengan mengenakan payudara buatan.
“Yang dipersoalkan guru dan sebagian besar masyarakat Sedan, ada yang bentuknya alat vital lelaki dipanggul. Pemanggulnya adalah laki-laki yang berpakaian perempuan. Mereka berjalan di depan pondok pesantren, payudara (palsu) diperlihatkan dan disuruh memegang anak-anak,” kata Mamduh.
Insiden ini disayangkan banyak pihak lantaran karnaval HUT RI ke-78 tersebut juga disaksikan oleh berbagai kalangan termasuk anak-anak. (yon).
