Investor Asal Singapura Tertarik Kelola Sampah Landoh

NEWS

Rembang-Inspirasiline.com. Investor asal Singapura dikabarkan tertarik untuk mengelola Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Desa Landoh, Kecamatan Sulang, Kabupaten Rembang.

Tak tanggung-tanggung, nilai investasi dari perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) itu diperkirakan mencapai Rp 1 triliun.

Belum lama ini, Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Rembang menghadiri Central Java Investment Business Forum (CJIBF) di Magelang.

Event tersebut merupakan ajang promosi bagi Kabupaten Rembang untuk menarik minat investor.

Kepala Bidang (Kabid) Penanaman Modal DPMPTSP Rembang Rofiq Pahlevi menyatakan, pihaknya telah bertemu dengan calon investor dari Singapura yang bergerak di bidang pengolahan limbah B3 tersebut.

Lokasi yang saat ini diajukan adalah wilayah Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Landoh. Ada sejumlah hal yang ditawarkan kepada calon penanam modal tersebut.

Diantaranya, adalah terkait adanya rencana perluasan lahan TPA dan pengolahan dengan sistem Refuse Derived Fuel (RDF) atau mengubah sampah menjadi bahan bakar.

“Program ini, kata Pahlevi, telah menjadi Proyek Strategis Nasional (PSN). Semacam energi untuk mengganti batu bara  atau sistem RDF,” jelasnya.

Pahlevi menbahkan, kepada calon investor, bahwa di Kabupaten Rembang terdapat dua perusahaan yang memerlukan konsumsi batu bara.

“Satu sisi kami punya profil investasi pengolahan sampah untuk diolah menjadi RDF. Itu menjadi ketertarikan dari calon investor,” ujarnya.

Skemanya, apabila Rembang berhasil mewujudkan PSN tersebut, calon investor ini akan bergerak menjadi pengelola.

Opsi lainnya, calon investor juga bisa berinvestasi mulai hilir. Artinya, pihak penanam modal akan mendatangkan mesin, operasional, hingga pengelolaan sendiri.

Jika hal tersebut terlaksana, diperkirakan nilai investasi bisa mencapai sekitar Rp 1 triliun.

Pahlevi mengatakan, saat ini komitmen tersebut telah tertuang dalam dokumen Letter of Intent (LOI). Artinya, calon investor akan menjajaki kerja sama.

baca juga:  Asdep Kemenpan RB Kunjungi Grobogan, Lihat Kesiapan Mall Pelayanan Publik

Selain itu, rencana investasi ini juga dalam pengawasan DPMPTSP Provinsi Jawa Tengah. (yon)

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *