Kantor Syahbandar Tegal Tidak Mentolerir Kekurangan Kelengkapan Melaut

NEWS

Tegal-Inspirasiline.com. Berbicara soal pelabuhan Kota Tegal saat ini kondisinya sangat memprihatinkan karena tidak ada aktivitas bongkar muat barang atau kedatangan Kapal dari luar Jawa ke Tegal dengan Mambawa hasil pertanian maupun komoditas lainnya. Masa kejayaan pelabuhan Tegal berakhir sekitar tahun 90-an setelah adanya regulasi tentang penebangan kayu di luar jawa. Sejak itulah pelabuhan Tegal sepi, pergerakan perkonomian di sekitar pelabuhan pun mengikuti situasi sampai sekarang.

Kejayaan Pelabuhan Kota Tegal diawali ketika pemerintahan kolonial Hindia Belanda sejak tahun 1850 yang waktu itu di kenal sebagai pelabuhan gula, karena dari 12 pabrik gula yang ada disekitar Tegal pengirimannya melalui pelabuhan Tegal. bahkan sampai pada tahun 1970 pelabuhan Tegal masih ramai dengan kedatangan kapal dari wilayah Sumatra, Kalimantan, Sulawesi dan pulau lain melakukan bongkar muat barang di PelabuhanTegal.

Tetapi kondisi sekarang pe labuhan Tegal hanya sebagai tempat bersandar kapal kapal ikan yang telah bongkar hasil tangkapan dan itupun tidak setiap hari ada.

Kepala Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Tegal Murtono ketika ditemui dinruang kerjanya Rabu (25/10/2023)  kapal yang bersandar di kolam pelabuhan Tegal jumlahnya sedikit karena kapal lainnya berada di pelabuhan Jongor yang dikelola oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Jawa Tengah.

Kantor Kesyahbandaran bertugas menentukan dan mengawasi kelaikan kapal yang akan melaut yang dibuktikan dengan sertifikat dari BKI (Badan Klasifikasi Indonesia), kemudian kelengkapan keselamatan kapal.

” Semua ada aturannya, kapal dengan bobot sekian ton, perlengkapan peralatannya juga perawakannya berbeda. ” jelas Murtono

“kapal dikatakan laik melaut apa bila semua perlengkapan keselamatan sudah terpenuhi, seperti alat komunikasi, jaket pelampung, isyarat bahaya termasuk alat pemadam apakah masih berfungsi atau sudah kedaluarsa kami tidak mentolerir kalau belum lengkap, karena ini urusanya dengan nyawa manusia.” papar Mirtono.

baca juga:  Bergaya Dengan Knalpot Brong, Diamankan Polisi

Secara berkala kantor Kesyahbandaran melakukan pembinaan terhadap operator kapal, soal keselamatan, pengawasan dan kewaspadaan seusia dengan bidangnya mading-maring.

Menyinggung Kondisi pelabuhanTegal sekarang cukup memprihatinkan karena tidak ada kegiatan bongkar muat barang. Terakhir Pelabuhan Tegal ramai kegiatan bongkar muat tahun 90-an waktu itu masih ada bongkar muat kayu dari luar Jawa.

Kelangkaannya bongkar muat di pelabuhan Tegal karena tidak ada komoditas andalan dari Tegal dan sekitarnya yang dikirim melalui pelabuhan Tegal kalaupun ada, pengusaha memilih lewat pelabuhan lain seperti Semarang atau Cirebon yang biayanya lebih sedikit.

Begitu sebaliknya, dari luar Jawa yang akan kirim barang melalui pelabuhan Tegal juga mikir, karena kapal besar tidak bisa sandar, terkendala dengan kedangkalan kolam pelabuhan.

” jadi sekarang kalau saya nilai keberadaan pelabuhan Tegal situasi dan kondisi sekarang nanggung atau matisuri .” Ungkap Murtono. (Biet)

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *