1.000 Milenial Membatik Pecahkan Rekor MURI Ke-7 Pemkab Rembang

NEWS

Rembang-Ibdpirasiline.com. Bertepatan dengan Hari Kartini ke-145, Pemkab Rembang kembali memecahkan rekor MURI (Museum Rekor Dunia Indonesia) membatik dengan 1.000 peserta milenial di alun-alun Kota Rembang, Minggu (21/4). Penghargaan MURI itu merupakan kali ketujuh yang didapat Pemkab Rembang.

Penghargaan diserahkan oleh Ketua MURI perwakilan Jawa Tengah, Sri Widayati kepada Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga, kemudian diserahkan ke Bupati Rembang H Abdul Hafidz usai upacara Hari Kartini. Tercatat ada 1.054 peserta dari siswa SMA, MA, MTs, SMP dan anak-anak difabel mengikuti pemecahan rekor MURI.

Ketua MURI perwakilan Jawa Tengah, Sri Widayati mengatakan, pihaknya juga membatik dengan media syal dengan 1.054 peserta milenial resmi tercatat di MURI dengan kriteria rekor dunia sebagai rekor ke 11.594. Menurutnya pemecahan rekor ini merupakan satu hal yang spektakuler.

“yang ditorehkan kali ini adalah batik khas Lasem yang jadi kebanggaan dari pemerintah Kabupaten Rembang. Dengan kegiatan hari ini semoga semakin mengharumkan nama Kabupaten Rembang akan kecintaannya terhadap batik khususnya batik Lasem,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Rembang, Abdul Hafidz menyampaikan pemecahan rekor MURI ini merupakan komitmen Pemkab Rembang untuk melestarikan batik Lasem. Dengan penghargaan ini sekaligus mengukuhkan bahwa batik Lasem merupakan warisan budaya asli Rembang.

“Ini akan terus kita praktekkan (melestarikan batik Lasem) sesuai dengan regulasi yan ada. bahkan ini tadi masuk dalam kategori dunia, ini luar biasa. Tidak ada kata-kata batik Lasem batiknya orang lain, batik Lasem batiknya orang Rembang,” tuturnya.

Salah satu peserta membatik dari SMA N 1 Rembang, Arrasyita Shaafana Putri Dema (16) mengaku sangat bangga bisa ikut berpartisipasi dalam pemecahan rekor MURI. Menurutnya, ketelitian dan kesabaran menjadi kunci dalam membatik.

baca juga:  Festival Wiwit Tembakau & Panen Kopi Jadi Event Budaya Temanggung

“di sekolah ada (pelatihan membatik) tapi buat kelas XI belum dapat. Jadi ini baru pertama kali ikut membatik, rasanya senang bisa dapat kesempatan ikut acara ini (pemecahan rekor MURI),” pungkasnya. (yon).

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *