Bupati Sragen Mewisuda 66 Lansia Lulusan Pertama Sekolah Lansia

NEWS

Sragen-Inspirasiline.com. Sebanyak 46 Wisudawan dan Wisudawati Lanjut Usia (Lansia) dari Sekolah Lansia Diwisuda oleh Bupati Sragen dr. Kusdinar Untung Yuni Sukowati di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sragen Jumat (1/12/2023).

Para Lansia itu Merupakan Lulusan Pertama yang Diwisuda dengan Nuansa yang sangat sederhana yang berasal dari Dua Kecamatan yaitu : 40 Lansia  dari Kecamatan Karangmalang dan 26 Lansia dari Kecamatan Jenar.

Jumlah Lansia Setiap Tahunnya Mengalami Peningkatan. Sesuai Data Badan Pusat Statistik Kabupaten Sragen Tahun 2022 Jumlah Lansia di Kabupaten Sragen Sebesar 24,16% Hampir Seperempat Dlari Jumlah Penduduk di Kabupaten Sragen.

Dengan Struktur Demografi yang demikian, Saat ini disebut Masa Menuju Penduduk Menua (Ageing Population). Pemerintah Mengembangkan Berbagai Kebijakan Sebagai Salah Satu Upaya Komprehensif agar Lansia tidak menjadi Beban baik dalam Keluarga maupun Masyarakat sehingga dapat Menggali Potensinya.

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Tengah Meluncurkan Salah Satu Inovasi yaitu Sekolah Lansia. Para Lansia yang tergabung dalam Bina Keluarga Lansia ini Bersekolah Mendapatkan Kurikulum (Materi-red) sampai selesai dan Diwisuda.

Kurikulum yang diajarkan antara lain Pemahaman Tentang Kesehatan, Tujuh Dimensi Lansia Tangguh dan Pembekalan Geriatric Syndrome, Gangguan  Kognitif dan Peningkatan Fungsi Intelektual, Gangguan Psikologis pada Lansia, Pemahaman Hipertensi, Senam Diabetes, Hingga Masalah Gizi

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Sragen dr. Y. Agus Sudarmanto M.Kes Mengatakan Para Lansia diharapkan tidak menjadi Burden (Beban-red) karena saat ini telah memasuki Fenomena Sandwich Generation.

Sandwich Generation ini biasanya banyak terjadi di Indonesia yakni dalam Satu Keluarga Menopang Satu Generasi diatasnya dan Satu Generasi dibawahnya yang mana ia harus menghidupi Orang Tua, Keluarganya sendiri dan anak-anaknya dalam waktu bersamaan.

Untuk itu pentingnya memberikan upaya yang Strategis agar para Lansia ini diberikan Sarana Pengembangan Pemberdayaan yang Mandiri, Tangguh dan Memiliki Kontribusi Positif bagi Masyarakat.

“Saya berharap Kecamatan-Kecamatan lain menyusul. Saya melihat dari Keseluruhan Kurikulum bahwa dampaknya nanti Lansia ini benar-benar paham menempatkan diri didalam Keluarga. Bukan sebagai beban tetapi sebagai Kontributor Kesejahteraan dalam Keluarga.” Jelasnya.

Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati Mengapresiasi Sekolah Lansia yang baru Pertamakali Mewisuda Lulusannya. Kedepan Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati  berharap Sekolah Lansia bisa diadaptasi oleh 20 Kecamatan di Kabupaten Sragen.

“Semoga Nanti ada Wisuda-Wisuda Sekolah yang lain di 20 Kecamatan Kabupaten Sragen tidak hanya Lulusan dari Karangmalang dan Jenar. Ternyata Sekolahnya Sangat Lama mulai dari Bulan Mei sampai Desember.” Ucapnya.

Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati menambahkan Angka Buta Huruf di Kabupaten Sragen Masih Sangat Tinggi terutama lebih banyak pada Usia diatas 50 Tahun. Hal itu diungkapkannya sebagai PR, sehingga Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati Meminta Kurikulum Sekolah Lansia bisa menambahkan Cara Membaca dan Menulis.

“Saya berharap Lansia yang ada di Kabupaten Sragen adalah Lansia yang Produktif. Selamat menikmati Hari Senja, jangan lupa selalu menjaga kesehatan. Diusia yang Sepuh ini tetap bisa Mengisi Kehidupan, dan Tetap Semangat.”Imbuhnya.

Usai Diwisuda oleh Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati, Para Lansia mempersempahkan sebuah tampilan yakni Satu Buah Puisi yang dibawakan 3 Lansia dari Kecamatan Jenar dan Tampilan Geguritan dari Seluruh Lansia Kecamatan Karangmalang. (Sugimin/17-Release Diskominfo Sragen)

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *