Manajemen BMT BUS Harum Rembang Siap Bertanggung Jawab Atas Dana Anggota

NEWS

Rembang-Inspirasiline.com. Pihak manajemen BMT Harum Rembang memastikan siap bertanggung jawab terhadap simpanan uang anggota.

Agus Sutrisno, selaku pengelola BMT Harum Rembang menyatakan, saat ini ada sekira 5 ribuan anggota aktif.

“Kalau total nilai uangnya berapa, ini masih kita hitung, karena data terus bergerak,” tuturnya, belum lama.

Ia menegaskan, pengurus maupun pengelola BMT Harum tidak akan menghindar dari tanggung jawab.

“Kami tetap akan bertanggung jawab penuh atas semua dana, kami jamin aman. Sejak awal kami dididik bertanggung jawab, karena urusan ini tidak hanya di dunia, tapi sampai akhirat nanti,” kata Agus.

Kalau belakangan muncul isyu dirinya kabur, hal itu tidak benar.

“Saya tidak akan kabur. Kalau saya kabur, nggak mungkin hadir di tempat ini to mas bertemu jenengan,” imbuhnya.

Memang banyak sekali pesan WhatsApp masuk ke HP nya atau muncul keluhan sulit menemui dirinya. Tapi semata-mata karena ia sedang terus berupaya mencari solusi, agar masalah simpanan anggota bisa diselesaikan.

“Sudah ada pembagian tugas antar pengurus, siapa yang harus stay di kantor dan siapa yang harus keluar. Salah satunya saya yang harus keliling, bagaimana caranya kondisi BMT ini bisa pulih kembali, jadi saya mohon maaf kalau ada pesan WA belum bisa saya balas satau per satu,” tandas Agus.

Terdampak Faktor Dari Luar

Saat ditanya kenapa anggota belum bisa langsung mencairkan uang simpanannya ??

Agus menceritakan masalah bermula ketika ada koperasi atau BMT lain di Kabupaten Rembang yang mulai gulung tikar.

Anggota di BMT Harum menganggap BMT tersebut satu naungan atau satu lembaga, sehingga mereka yang khawatir, akhirnya berbondong-bondong ingin menarik uang.

Jika saat normal, persiapan dana tunai di BMT Harum per hari hanya Rp 100 – 200 Juta, tapi begitu kondisi tidak normal, permintaan penarikan uang per hari langsung menembus miliaran rupiah.

baca juga:  Untuk Pengamanan Pemilu, Polres Rembang Akan Terima Dana Rp 1,5 Miliar Lebih

“Padahal BMT itu beda lembaga, tapi imbasnya kena ke kita juga, karena dianggapnya kita sama. Kalau kondisi penarikan semacam itu, jauh dari yang kita rencanakan. Tapi sekarang tidak seramai dulu, karena kami terus jelaskan duduk persoalannya,” ungkapnya.

Penarikan uang dalam jumlah besar, dengan waktu bersamaan, tentu saja akan mengganggu kinerja BMT.

Alasannya, uang simpanan anggota tidak dibiarkan “ngendon” di kantor, tapi diputar lagi untuk simpan pinjam maupun pembiayaan bergulir.

“Kami sampaikan kepada anggota, uang tidak diam di kantor, tidak bisa diambil begitu saja. Soalnya uang ada di peminjam, mereka bayarnya juga nyicil tiap bulan, apalagi ada yang macet maupun kurang lancar,” terang Agus.

Agus menambahkan,  proses pengembalian uang anggota terus dilakukan, meski masih dalam skala terbatas, tiap hari kisaran Rp 10 – 20 Juta.

Saat ini pihaknya sudah merancang penanganan jangka pendek, menengah dan jangka panjang.

“Jangka pendek ini antara 6–12 bulan. Misal jaminan peminjam yang macet, aset yang bisa kita lepas, kita lepas. Kebutuhan uang anggota yang urgent dan mendesak bisa kita bayarkan, sambil terus memulihkan kepercayaan masyarakat,” bebernya.

Pengembalian uang anggota, menurutnya mengacu pada skala prioritas dan kebutuhan.

“Klasifikasi jelas iya, mana yang jadi prioritas kami, untuk kita dahulukan. Bagi yang belum begitu membutuhkan, masih bisa disimpan, masuk dalam pengelompokan yang kita lakukan,” ucapnya.

Ia memohon kepada anggota untuk memahami bahwa semua ini butuh proses waktu.

“Yang jelas kami tidak diam, kami terus berikhtiar agar masalah ini bisa pulih. Butuh kesabaran dan pemahamannya. Mohon tidak terbawa oleh isyu-isyu yang justru akan menyulitkan kami. Termasuk ada isu uang untuk Nyaleg persiapan Pemilu, kami sampaikan tidak ada kaitan dengan kegiatan-kegiatan partai politik, pencalegan. Ini sawahnya berbeda, kalau BMT ya fokusnya pada koperasi simpan pinjam pembiayaan syariah, itu saja,” pungkas Agus.

baca juga:  Kejar Target Vaksin Dosis 3, Polsek Pegandon Gelar Razia

Sementara itu seorang anggota BMT Harum, Solichin mengaku punya simpanan deposito Rp 200 Juta. Ia berharap nantinya bisa diangsur secara bertahap.

“Karena kebetulan bulan Januari ini jatuh tempo, saya sendiri hanya punya uang cash Rp 1 Jutaan, di sisi lain ada kebutuhan-kebutuhan yang harus saya penuhi. Saya berusaha memahami kondisi yang dialami BMT sekarang, tapi yang penting uang saya tetap diangsur,” ujarnya. (yon).

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *