Rembang-Inspirasiline.com. Bupati Rembang H Abdul Hafidz mengaku bahwa dirinya merasa gagal terkait dengan rencana pemindahan Pasar Induk Rembang Kota. Karena rencana itu di tolak sebagian besar pedagang lewat paguyuban, akhirnya rencana itu gagal.
Pada hal rencana pemindahan Pasar Induk Rembang Kota sudah masuk Program Strategis Nasional (PSN) dan sudah termaktub dalam Peraturan Presiden (Perpres) No 79 tahun 2022. Sesuai di Perpres, rencana pemindahan Pasar Induk Rembang akan di gelontor anggaran dari APBN sebesar Rp 120 miliar.
“Dalam hal rencana pemindahan Pasar Induk Rembang Kota, saya merasa gagal. Kami sudah jelaskan semua kepada pedagang melalui paguyuban, tapi nampaknya mereka kukuh tidak mau pindah,” terang Hafidz kepada media.
Politikus PPP asal Pamotan itu menambahkan, dari hasil survey yang di lakukan tim Undip Semarang, jika ingin Rembang kelihatan seperti kota, maka Pasar Induk Rembang harus pindah. Jika bisa pindah, eks pasar dijadikan ruang terbuka hijau. Kemudian di kelilingi bangunan pertokoan dan perbankkan.
“Karena sebagian pedagang lewat Paguyuban bersikeras menolak ya sudah, rencana itu batal. Dana yang sedianya untuk membangun pasar Rembang dialihkan ke daerah tetangga. Lha Monggo,” ujar Hafidz bernada pasrah.
Dia menambahkan, karena mereka memiliki akses politik yang kuat di pusat, maka akhirnya anggaran untuk pemindahan Pasar Rembang di alihkan ke daerah lain.
“Sangat di sayangkan, karena anggaran sebesar itu tidak mungkin di dapat dari APBD II,” pungkas Hafidz. (Yon)
