Malam Tirakatan, Tradisi Doa Bersama Jelang Hari Jadi Kabupaten Sragen

NEWS

Sragen-Inspirasiline.com. Telah Menjadi Tradisi Tahunan, Setiap Malam Jelang Hari Jadi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen Gelar Malam Tirakatan Peringatan Ke-278 Kabupaten Sragen, Di Pendopo Petilasan Mangkubumi, Krikilan, Kecamatan Masaran, Minggu (26/5/2024) Malam. Agenda Rutin Tahunan Ini, Juga Digelar Serentak Diseluruh Kampung/Dukuh Di Kabupaten Sragen.

Hadir Dalam Acara Ini Bupati Sragen, dr. Kusdinar Untung Yuni Sukowati, Wakil Bupati (Wabup) Sragen H. Suroto, Sekretaris Daerah (Sekda), dr. Hargiyanto, Perwakilan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Dan Tokoh Mayarakat.

Kepala Desa Cangkol, Kecamatan Plupuh Suwandi Memberikan Sambutan Saat Tirakatan Hari Jadi Sragen Ke 278 Di Balai Desa Setempat ( Foto-Sugimin)

Berbeda Dengan Tahun – Tahun Sebelumnya, Pada Malam Tirakatan Hari Jadi Ke-278 Ini Ditayangkan Film sejarah Kabupaten Sragen Hasil Dari Lomba Videografi “Mengupas Sejarah Hari Jadi Kabupaten Sragen”. Kemudian, Diakhiri Doa Bersama Dan Pemotongan Tumpeng Oleh Bupati Sragen.

Di Malam Tirakatan Hari Jadi Sragen Kali Ini, Menjadi Momen Terakhir Periode Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati Dan Wakil Bupati H. Suroto dalam Memimpin Sragen. Untuk Itu, Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati  Berharap Kepada Pimpinan Baru Bisa Meneruskan Tonggak Pembangunan Di Kabupaten Sragen.

“Secara Pribadi Dan Kedinasan Saya Beserta Wakil Bupati Sragen Mohon Ma’af Kepada Seluruh Warga Masyarakat Sragen Atas Keterbatasan Dan Semua Kesalahan Kami. Terima Kasih Kepada Semua Unsur Yang Sudah Membersamai, Selama Hampir 8 Tahun Pengabdian Saya Sebagai Bupati,”  Ungkapnya.

Orang Nomor Satu Di Bumi Sukowati Mengajak Masyarakat Sragen Untuk Merenungi Pencapaian Kabupaten Sragen Selama 1 (Satu) Tahun Terakhir.

“Sragen Berupaya Untuk Sejajar Dengan Kabupaten Lain, Bahkan Berupaya Melampaui Pembangunan Di Segala Bidang, Dan Saatnya Kita Membangun Kebanggaan Terhadap Sragen Bumi Sukowati Yang Kita Cintai,” Terang Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati

Memaknai Kata “TANGGUH” Bukanlah Sekedar Ucapan Belaka, Namun Lebih Dari Itu Yakni Perwujudan Cinta Terhadap Sragen Dengan Berbagai Identitas Yang Menyertai.

baca juga:  Covid-19 Kabupaten Sragen Tembus 6.977 Kasus

Sragen Bumi Sukowati, Sragen Daerah Wisata, Sragen Daerah Inovatif, Sragen Lumbung Padi Dan Masih Banyak Atribut Lain Yang Dapat Digali Dari Segenap Potensi Yang Ada.

“Untuk Menjadi “TANGGUH”, Harus Disertai Pula Dengan Pembangunan Infrastruktur Agar Dapat Mendukung Kegiatan Masyarakat Yang Pada Akhirnya Bertujuan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Untuk Mencapai Kemakmuran Bersama,”  Lanjutnya. (Sugimin/17-Release Diskominfo Sragen)

Bagikan ke:

2 thoughts on “Malam Tirakatan, Tradisi Doa Bersama Jelang Hari Jadi Kabupaten Sragen

  1. I do believe all the ideas youve presented for your post They are really convincing and will certainly work Nonetheless the posts are too short for novices May just you please lengthen them a little from subsequent time Thanks for the post

  2. I loved as much as you will receive carried out right here The sketch is tasteful your authored subject matter stylish nonetheless you command get got an edginess over that you wish be delivering the following unwell unquestionably come further formerly again as exactly the same nearly very often inside case you shield this hike

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *