Ribuan Petani Di Rembang Mulai Tanam Tembakau

NEWS

Rembang-Inspirasiline.com. Hasil baik tahun lalu, memicu semangat para petani di Kabupaten Rembang untuk kembali menanam tembakau. Saat ini ribuan petani di sebagian besar wilayah Rembang beramai-ramai turun ke sawah menanam tembakau.

Sejumlah petani tembakau di Desa Kuangsan dan Banggi Petak, Kecamatan Kaliori, Desa Tlogotunggal dan Jadiadi, Kecamatan Sumber dan Desa Kunir, Kecamatan Sulang kepada media ini membenarkan, saat ini para petani mulai menanam tembakau.

Nyarwi, salah seorang petani warga Desa Kuangsan mengatakan, tahun ini dirinya menanam sekitar 25 ribu bibit tembakau.

“Semoga cuaca tahun ini bersahabat seperti tahun lalu. Karena hasil dan kualitas tanaman tembakau sangat tergantung pada cuaca. Jika pada musim kemarau terlalu banyak kiriman hujan, maka kurang bagus bagi tanaman tembakau,” tutur Nyarwi.

Dia menambahkan, tanaman tembakau jika terlalu banyak di guyur hujan, bisa mati. Sebaliknya tanaman ini lebih bagus jika cuaca cukup panas. Kemudian untuk asupan air akan lebih subur jika di siram.

“Kami harus membuat tandon air di sawah untuk ngoncori tanaman tembakau. Dan air di tandon kita beli dari penjual air,” terang Nyarwi sambil berharap harga tembakau tahun ini kembali baik seperti tahun lalu.

Rohman (42), salah seorang petani tembakau asal Desa Jadiadi, Kecamatan Sumber, mengatakan, dari hasil tanam tembakau tahun lalu, dirinya mampu membeli motor Honda PCX seharga Rp 34 juta.

“Dengan kondisi musim tanam tembakau tahun kemarin, kami para petani lebih bersemangat menanam tembakau,” tutur Rohman.

Informasi dari para petani tembakau menyebutkan, sejak tahun lalu para petani bisa menjual daun tembakau kepada pembeli di luar PT Sadana yang selama inj menjadi mitra tunggal petani tembakau selama bertahun-tahun.

baca juga:  199 Desa Di Rembang Alokasikan DD Bantu Atasi Bencana Kekeringan

“Pada awal panen atau panen daun ke 1-3, kami bisa menjual ke pedagang lain yang sekarang keluar masuk kampung. Harganyapun cukup baik, yakni antara Rp 30-35 ribu/kg. Karena pada panen daun awal biasanya PT Sadana belum mulai membeli tembakau petani,” terang Abdullah, seorang petani di Desa Kunir, Kecamatan Sulang.

Kepala Bidang (Kabid) Perkebunan Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan (Dintanpan) Rembang Cipto Karyo Darwono SP mengatakan, luas tanaman tembakau di Rembang tahun lalu mencapai sekitar 7.000 hentare.

“Tahun ini kurang lebihnya sama,” terang Sucipto sembari menambahkan, hasil panen trmbakau rata-rata dalam satu hektare mencapai 2 ton. (yon).

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *