Dr.H.Muhdi,SH,M.Hum Kembali Memimpin PGRI Jateng Periode 2024-2029

NEWS

Semarang-Inspirasiline.com. Konferensi Provinsi PGRI Jawa Tengah Masa Bhakti XXIII Tahun 2024 yang diselenggarakan di Balairung UPGRIS, terasa begitu semarak dan cair, karena dalam sidang yang dipimpin Ketua PB PGRI Kadarmanta Aji Baskara , peserta secara aklamasi memilih kembali Dr.H.Muhdi,SH,M.Hum untuk memimpin PGRI Jawa Tengah masa bhakti  2024-2029. Kesepakatan anggota dan pengurus PGRI se Jawa Tengah menjadikan Dr.Muhdi diperiode kedua sudah nyaring terdengar sejak beberapa bulan yang lalu.

Sebelumnya Dr.Muhdi dalam LPJ mengemukakan  beragam kegiatan  telah diadakan Pengurus PGRI selama lima tahun. Diawali saat covid merebak ditahun 2019, jajarannya berperan optimal dalam membantu masyarakat, para guru dan peserta didik. Yakni berupa obat-obatan, APK, satitizer, paket sembako, uang santunan dan lain-lain. PGRI Jateng Bersama PGRI Kabupaten/Kota dan Cabang berupaya memberikan santunan kepada sekitar 500 guru dan anak guru yang meninggal karena covid-19. PGRI juga melatih para guru agar mampu mengajar secara daring. Melalui APKS dan SLCC, PGRI Jateng mengundang guru-guru terbaik untuk menyusun materi essensial untuk semua tingkatan dan semua mapel sebagai acuan pembelajaran secara daring. Bidang sosial lain yang dilakukan PGRI Jawa Tengah adalah memberikan bantuan kepada warga terdampak banjir, tanah longsor, kebakaran, gunung Meletus, bantuan air bersih dimusim kemarau  dan lain-lain.

Adanya Kurikulum Merdeka yang dikeluarkan Pemerintah disikapi PGRI dengan mengadakan diklat IKM secara intensif yang diikuti perwakilan guru-guru dari kabupaten/kota secara berjenjang. PGRI Jateng juga terus memperjuangkan profesionalisme guru dengan menggelar pelatihan, work shop dan seminar.

Ketua Panitia Konprov PGRI Jawa Tengah XXIII H.Sakbani,SPd,MH menjelaskan  tema yang diusung adalah : “Transformasi PGRI Menuju Indonesia Emas”. Konprov diikuti oleh sekitar 2.500 orang. Meliputi Pengurus PGRI Provinsi Jateng, Utusan Pengurus Besar PGRI, Pengurus PGRI kabupaten/kota masing-masing mengirim  5 orang (ketua ,sekretaris, bendahara, pengurus bidang dan dua diantaranya adalah perempuan). Utusan pengurus cabang dan pengurus cabang khusus PGRI se Jawa Tengah, masing-masing diwakili 3 orang (ketua,sekretaris dan bendahara). Selanjutnya Utusan Pengurus Perangkat Kelengkapan Organisasi Tingkat provinsi, Utusan Anggota Asosiasi, Utusan Pengurus YPLP dan YPLP PT. Disebutkan pula  setiap peserta mendapatkan materi konferesi, akomodasi, konsumsi dan bantuan uang transport Rp 100.000-Rp 150.000 dari panitia.

PGRI Jawa Tengah  Terbaik se Indonesia

Solidaritas dan komitmen yang  tinggi  para pengurus PGRI se Jawa Tengah   terlihat jelas disetiap acara-acara yang digelar PGRI baik ditingkat provinsi maupun nasional.  Dari pelaksanaan Konferesi Provinsi PGRI Jawa Tengah Ke XXIII yang diadakan di Balairung UPGRIS selama dua hari, seluruh pengurus yang diundang hadir sehingga  gedung berlantai 3  dipenuhi peserta konferensi. Besarnya minat pengurus   mengikuti acara  secara  tuntas, menjadi bukti besarnya rasa cinta mereka kepada organisasi.

Berbagai agenda yang dijadwalkan panitia Konferensi Provinsi PGRI Jawa Tengah Ke XXIII diikuti oleh peserta  dengan penuh antusias. Seperti yang terekam dalam Sidang-sidang Komisi yang merangkum usulan dari akar rumput sebagai program kerja Pengurus baru untuk lima tahun mendatang. Yakni Komisi A yang mengusulkan agar PGRI Jawa Tengah mendirikan Biro Haji untuk memperluas layanan kepada anggota. Biro Haji bisa dilengkapi dengan pengadaan dana talangan yang dapat dimanfaatkan anggota untuk mendaftar haji ke Kemenag. Di Komisi B, peserta sepakat mengusulkan agar PGRI menjalin kerjasama dengan Lembaga-lembaga hukum, karena banyak guru yang tersandung hukum dalam menjalankan tugas profesinya. Selanjutnya dari Sidang Komisi C mengusulkan agar Pengurus PGRI Jateng memperjuangkan perpanjangan usia pensiun bagi guru. Hal ini dilatarbelakangi masih banyak guru yang berada dikondisi prima saat pensiun. Dari Komisi D, peserta sidang tidak menambahkan usulan untuk program kerja. Mereka hanya menyampaikan bahwa nantinya yang bertugas memeriksa keuangan pada kinerja PGRI Jawa Tengah adalah PGRI Kabupaten Grobogan, PGRI Kabupaten Temanggung dan PGRI Kabupaten Batang. Adapun  Komisi E menyampaikan aspirasi agar PGRI Jateng mendesak kepada Pemerintah agar status Guru P3K dijadikan sebagai Guru PNS secara otomatis.

Jika pemilihan Ketua Umum PGRI Jawa Tengah (F1) dilaksanakan secara aklamasi, untuk pemilihan Sekretaris Umum dan Wakil Ketua  (F2) dilakukan dengan pemungutas suara. Peserta konferensi memberikan hak suaranya melalui TPS untuk memilih 12 calon yang diajukan, baik dari provinsi, kabupaten/kota maupun cabang khusus.  Dari hasil penghitungan suara ada enam calon yang mendapatkan suara terbanyak. Dari keenam figure,  Formatur memilih  Drs.H.Aris Munandar,MPd sebagai Sekretaris Umum PGRI Jawa Tengah untuk lima tahun mendatang. Sebelumnya diperiode 2019-2024 pria asal Karanganyar ini juga menjabat Sekretaris Umum. Adapun kelima orang yang mengisi Wakil Ketua adalah : Dr.Hj.Sri Suciati,MHum,  H.Sakbani,SPd,MH, Drs.Jumanto,MPd, Sutikno,SPd,MM dan Mualip SPd,MM. Selanjutnya Muhdi bersama keenam pendampingnya dilantik oleh utusan  PB.PGRI yang dilanjutkan dengan pembacaan Pakta Integritas oleh Pengurus PGRI Periode 2024-2029.

Proses pemilihan Pengurus PGRI Jawa Tengah  cukup demokratis, hal ini diakui oleh  Ketua PB PGRI Kadarmanta yang mengatakan sangat bersyukur bisa melihat langsung jalannya Konferensi PGRI Jawa Tengah. Menurutnya PGRI Jawa Tengah sudah lama dikenal sebagai organisasi terbaik di Indonesia, baik dalam pengelolaan organisasi maupun proses pemilihan pengurus.  (Laras)

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *