Sanggar Sastra Triwida Gelar Temu Sastrawan Jawa

NEWS

Wonogiri-Inspirasiline.com. Sanggar Sastra Triwida Gelar Temu Sastrawan Jawa, dan Anugrah Sastra Triweda 2024,  bertempat di Pendapa Ageng Hand Sih Rest Area Srenhat Blitar, mengangkat tema ” Ngrangkul Sedulur, Mbabar Wawasan, Sastra Jawa Kuncara Rukmi “.(28,29/9/24).

Kegiatan tersebut dalam rangka HUT Sanggar Sastra Triweda ke – 44. Hadir pada acara tersebut, sastrawan Jawa, dari Jakarta, Yogyakarta, Jawa Timur, Jawa Tengah, serta para guru basa Jawa tingkat SMP dan SMA di Jawa Timur, para akademisi, dan dosen prodi basa Jawa. Hadir juga Prof.George Quiin,Ph.D (Australian National University Canberra, Australia).

Foto: Dok. Majalah Jayabaya.

Menurut ketua Sanggar Triwida, Sunarko Budiman, acara anugrah dilaksanakan setahun sekali. Sanggar Triweda lahir tahun 1980. Tahun ini merupakan urutan anugrah yang ke – 9.

Saat masa pandemi, kegiatan tersebut tidak mengundang para sastrawan secara langsung. Tahun ini, Sanggar Triwida mendapat bantuan dari pemerintah, Pusat Pengembangan dan Perlindungan Bahasa dan Sastra Badan Pembinaan Bahasa Kemendikbud Ristek,  dana bantuan tersebut diperuntukan para komunitas sastra.

” Sanggar Sastra Triwida merupakan tempat berkumpulnya para pegiat sastra Jawa. Setiap lima tahun sekali diadakan acara Anugerah Sastra Triwida. Kegiatan tahun 2024 ini merupakan anugerah sastra yang ke 9 ” jelas Sunarko Budiman selaku ketua Sanggar Triwida.

Kecuali mengundang para sastrawan Jawa, dihadirkan pula para pemenang lomba  sayembara  Anugerah Sastra Triwida, dari peserta didik SMA. Acara ini menghadirkan nara sumber Prof.Dr. Suwardi Endraswara dari UNY, Dr.Daniel Tito S, dari Sragen, Sri Wintala Achmad penulis buku dari Sleman Yogyakarta, dan Prof. George Quiin, PH.D pakar sastra dan budaya dari Australia, wakil dari Majalah Jaya baya, dan Majalah Panyebar Semangat.

Para nara sumber membicarakan masalah, tulis menulis, cerita cekak ( cerita pendek ), geguritan, crita rakyat (cerita rakyat), permasalahan bahasa Jawa, serta nasip keberlangsungan  majalah basa Jawa di saat ini.

Hal ini, selaras dengan tema yang diusung. Mengajak kepada para sastrawan mengembangkan wawasan, untuk kembali mempererat tali persaudaraan, sekaligus membangkitkan semangat, sastrawan Jawa dalam menghadapi tantangan zaman saat ini.

Makna dari ” kuncara rukmi ”  adalah, suatu harapan masa keemasan sastra Jawa seperti pada zaman kejayaan masa dahulu. Sebaiknya saat ini bahasa Jawa tidak berada di pinggiran, tetapi selayaknya berada di tengah kota. (SK/19, Sumber : Majalah Jayabaya)

Bagikan ke:

1 thought on “Sanggar Sastra Triwida Gelar Temu Sastrawan Jawa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *