Sragen-Inspirasiline.com. Setiap Peringatan Hari Jadi Kabupaten Sragen, Salah Satu Tradisi Yang Dilakukan Kalangan Pejabat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen Adalah Menggelar Ziarah Di kompleks Pemakaman Raja-Raja Jawa Di Imogiri, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Tahun Ini Menjadi Kali Pertama Bupati Sragen, Sigit Pamungkas Melakukan Ziarah Ke Makam Raja – Raja Imogiri Sebagai Bupati, Pada Rabu (14/5/2025).

Tiba Sekitar Pukul 14.00 WIB, Bupati Sigit Pamungkas Yang Datang Bersama Istri, Wakil Bupati (Wabup) H.Suroto Dan Istri, Sekretaris Daerah (Sekda), Jajaran Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Perwakilan Camat Dan Komunitas Lintas Mangkubumi Tiba Di Kompleks Makam Melalui Pintu Sayap Barat Atau Melewati Depan Kompleks Makam Kasunanan Surakarta.
Seperti Aturan Yang Berlaku Bagi Siapa- Pun Yang Ingin Berziarah Ke Makam Raja-Raja Imogiri, Bupati Dan Rombongan Harus Mengenakan Pakaian Adat Jawa. Peziarah Pria Wajib Memakai Blangkon, Surjan, Dan Jarik. Sedangkan Perempuan Memakai Kemben Atau Kain Jarik.
Suasana Mendung Dan Teduh Langkah Semi Langkah Melemparkan Ratusan Anak Tangga Nenuju Lokasi Ziarah Pertama, Makam Sultan Agung Uang Terletak Paling Tinggi. Bupati Dan Wabup Berada Di Barisan Paling Depan Dan Diikuti Para Abdi Dalem Juru Kuncen Yang Membawa Bunga Mawar Untuk Berziarah.
Di Area Makam Itu, Ada Juru Kunci Yang Memimpin Zikir Dan Tahlil Sebelum Berdoa. Mereka Duduk Bersila Mengelilingi Bangunan Persegi Yang Si Dalamnya Terdapat Makam Sultan Agung.
Setelah Selesai Berdoa, Bupati Dan Pejabat Lainnya Masuk Ke Dalam Bangunan Itu Untuk Menabur Bunga Ke Makam Langsung. Di Tempat Itu, Rombongan Tak Hanya Mendoakan Sultan Agung Tetapi Juga Mendoakan Para Raja Mataram Di Kompleks Pemakaman Itu.
Setelah Sultan Agung, Rombongan Berpindah Ke Makam Pangeran Mangkubumi Atau Sultan Hamengku Buwono (HB) I Yang Terletak Di Kompleks Sebelah Yang Dibatasi Tembok Tinggi Dengan Kori Atau Pintu Khas Keraton. Tembok Tinggi Itulah Yang Memisahkan Kompleks Makam Raja-Raja Kasunanan Surakarta Hadiningrat Dengan Raja-Raja Kasultanan Yogyakarta.
Makam HB I Bersebelahan Dengan Dinding Penyekat Dengan Makam HB III. Setelah Dari Dua Makam Itu, Rombongan Bergeser Ke Makam PB X Yang Berada Di Dekat Pintu Masuk Permakaman Raja-Raja Mataram.
Usai Berziarah, Bupati Sigit Pamungkas Menyampaikan Sudah Kali Kedua Berziarah Ke Kompleks Makam Raja-Raja Imogiri. Meskipun Sebelumnya Hanya Menyempatkan Berziarah Ke Makam Sultan Agung. Berziarah Ke Makam Raja-Raja Mataram Itu, Ada Tradisi Yang Tidak Bisa Ditinggal, Yakni Mengenakan Beskap Atau Kebaya.
“Ziarah Pertama Sudah Lama. Kalau Ziarah Ke Makam HB I Baru Pertama Kali Ini. Ziarah Ini Tujuannya Mendoakan Kepada Tang Sudah Meninggal Dunia. Kami Mendoakan Mereka Agar Allah Mengampuni Segala Dosa Mereka, Semoga Allah Memberi Rahmat Untuk Semua Kebaikan Almarhum, Serta Mengenang Jasa-Jasa Baik Almarhum,” Jelas Bupati Sigit Pamungkas
Menurutnya Berziarah Ke Makam Raja-Raja Di Imogiri Ini Sekaligus Untuk Meneladani Kebaikan-Kebaikan Yang Pernah Diperbuat.
“Yang Penting Dalam Berziarah Itu Bukan Untuk Syirik Tetapi Justru Muhasabah Dan Mendoakan Almarhum,” Tutupnya. (Sugimin/17-Release Diskominfo Sragen)
