Sinergisitas KKN MIT UIN Walisongo Dalam Mengajak Mencintai Al-Qur’an Sejak Dini

NEWS

Semarang-Inspirasiline.com. Dalam rangka mengajak generasi muda untuk mencintai dan mendalami Al-Qur’an sejak dini, anggota Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mandiri Inisiatif Terprogram (MIT) Posko 18 UIN Walisongo Semarang menggelar kegiatan penyaluran wakaf Al-Qur’an di Desa Keseneng, Jumat (1/8/2025).

Kegiatan penyaluran wakaf Al-Qur’an yang dilakukan oleh mahasiswa KKN MIT Posko 18 UIN Walisongo Semarang, bekerja sama dengan Komunitas Langkah Baik Indonesia dan Al-Fatihah.com, berhasil disalurkan ke beberapa lokasi Taman Pendidikan Qur’an (TPQ) dan sekolah dasar di Desa Keseneng, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang.

Mahasiswa KKN UIN Walisongo hadir sebagai upaya untuk mengajak anak-anak di Desa Keseneng agar lebih mencintai Al-Qur’an dan menjadikannya bagian dari kehidupan sehari-hari.

Melalui penyaluran wakaf Al-Qur’an kepada beberapa TPQ dan sekolah dasar, mereka berharap dapat menumbuhkan semangat belajar agama sejak dini, membangun fondasi pemahaman yang kokoh, serta memperkenalkan nilai-nilai kebaikan yang terkandung dalam Al-Qur’an.

Kegiatan ini juga diharapkan dapat menjadi motivasi bagi anak-anak untuk terus mendalami Al-Qur’an dan mengamalkannya dalam kehidupan mereka.

Fitri Suryani, SPd.SD, Kepala sekolah SD Keseneng, menmenyampaikan tanggapan dan menyambut positif atas kegiatan penyaluran wakaf al-qur’an oleh mahasiswa KKN MIT UIN Walisongo ke SDN Keseneng.

“Sangat senang  dan terimaksih karena telah Sangat senang dan terima kasih karena telah memberikan kami wakaf Al-Qur’an. Ini adalah bantuan yang sangat berarti bagi para siswa kami, Semoga wakaf Al-Qur’an ini dapat bermanfaat bagi murid-murid kami ,” paparnya.

Selain itu, Fitri Suryani, menambahkan penyaluran wakaf al-qur’an  sejalan dengan program baru dari guru Pendidikan Agama Islam Kecamatan Sumowono, yakni Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ), yang baru saja diluncurkan pada tahun ajaran baru ini.

Fitri Suryani, menjelaskan, bahwa  Program ini menyasar anak-anak di sekolah dasar, dengan Pelaksanaan mengaji dilakukan selama sekitar 30 menit sampai 1 jam dalam sehari.

“Dengan harapan bahwa anak-anak yang telah menerima wakaf Al-Qur’an dapat memanfaatkannya dengan baik dalam pembelajaran agama mereka,” tuturnya.

Koordinator Divisi Humas dan Ekonomi, Mariana Khomsah , memberikan maksud dan tujuan mahasiswa KKN MIT melakukan kegiatan penyaluran wakaf Al-Qur’an.

“Sejalan dengan program kampus yakni Moderasi Beragama, bentuk dari  Moderasi Beragama penyaluran wakaf al-Qur’an dengan tujuan mengajak untuk mencintai Al-Qur’an sejak dini ,” ujarnya.

Sementara itu, Mariana Khomsah, mengucapkan rasa syukur karena kedatangan mahasiswa KKN UIN diterima baik dan disambut positif oleh pihak sekolah.

“Dari pihak sekolah menyambut positif kepada kita hingga dibantu dalam penyaluran wakaf Al-Qur’an ,” ucapnya.

Salah satu murid kleas 6 SDN Keseneng, Fajar Aditnya, menyampaikan kesan dan berterimakasih saat mendapatkan wakaf Al-Qur’an.

“kami senang dan terimakasih kepada kakak KKN yang telah memberikan Al-Qur’an kepada kita, semoga kami semakin rajin dalam membaca Al-Qur’an  ,” katanya.

“Semoga pihak pewakaf diberikan pahala yang melimpah dan sehat selalu untuk kakak-kakan KKN,” pungkasnya. (Penulis: Maftuh/Tim KKN MIT Posko 18  UIN Walisongo Semarang)

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *