Cegah Karhutla Perhutani Gundih Bersama Polres Grobogan Gelar Apel Siaga

NEWS

Grobogan-Inspirasiline.com. Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Gundih melaksanakan Apel Siaga Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) sebagai langkah antisipatif menghadapi musim kemarau serta untuk meningkatkan kesiapsiagaan personel sejak dini. Kegiatan ini digelar di petak 41 Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Segorogunung, wilayah Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Segorogunung , pada Selasa (19/8/2025)
Apel siaga dipimpin langsung oleh Administratur KPH Gundih dan diikuti oleh jajaran manajemen, Kepala BKPH, Kepala RPH, mandor lapangan, Wakil Kepala Kepolisian Resor (Wakapolres) Grobogan beserta jajaran, personel Polsek Gabus ,Kepala Bidang Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Grobogan beserta tim, serta Ketua dan anggota Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Wana Kencana Rimba Lestari,Wana Tirta Langgeng.

Administratur Perhutani KPH Gundih, Haris Setiana, mengatakan kebakaran hutan menjadi ancaman yang perlu diantisipasi bersama, baik oleh pemerintah, Perhutani, maupun masyarakat desa hutan. Menurutnya, fenomena ini bukan lagi kejadian musiman biasa, melainkan permasalahan yang harus ditangani dengan langkah nyata, terutama melalui upaya pencegahan.

“Jika api dibiarkan membesar, bukan hanya hutan yang habis terbakar, tetapi juga membahayakan kehidupan warga desa hutan. Karena itu, kesadaran bersama untuk mencegah kebakaran sejak dini sangat penting,” tegas Haris Setiana.

Lebih lanjut Administatur Gundih berharap tidak hanya Perhutani saja namun Pemerintah Daerah dan semua pihak terkait untuk terus ikut mengajak masyarakat berperan aktif dalam menjaga kelestarian hutan. Keterlibatan warga dinilai sangat penting karena mereka berada di garis depan ketika kebakaran hutan terjadi.

Haris juga menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak membuang puntung rokok dan gelas mineral sembarangan karena berpotensi menjadi penyebab kebakaran hutan, dimana api dari putung rokok akan merembet membakar daun kering, sementara untuk gelas mineral akan menimbulkan pantulan cahaya matahari yang terlalu lama sehingga akan menjadi sumber panas dan menimbulkan api.

Dalam apel tersebut, peserta juga menerima materi simulasi pemadaman kebakaran hutan yang disampaikan oleh Ahmad Rifqi Syamsul Huda dari Bidang Pemadam Kebakaran Kabupaten Grobogan. “Simulasi ini bertujuan melatih kesiapsiagaan petugas di lapangan agar mampu bertindak cepat dan tepat saat terjadi kebakaran, sehingga potensi kerugian dapat diminimalisir,” pungkasnya.

Sementara itu Wakapolres Grobogan, Kompol Trisno Nugroho, menyampaikan bahwa sinergi antara kepolisian dan Perhutani menjadi strategi penting dalam pencegahan karhutla. “Kami mendukung penuh langkah-langkah preventif yang dilakukan Perhutani. Kolaborasi dan penguatan patroli lapangan secara terpadu menjadi kunci dalam menekan risiko kebakaran hutan,” pungkasnya. (jk/Dwi )

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *