Kabupaten Semarang-Inspirasiline.com. Suasana haru dan keakraban menyelimuti Balai Desa Keseneng, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang, pada Senin (25/8/2025). Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mandiri Inisiatif Terprogram (MIT) Posko 18 UIN Walisongo Semarang resmi ditarik kembali ke kampus setelah lebih dari 45 hari menjalankan program pengabdian kepada masyarakat.
Acara penarikan yang dikemas dalam bentuk perpisahan ini dihadiri oleh perangkat desa, tokoh masyarakat, guru sekolah, pengurus TPQ, serta warga Desa Keseneng yang selama ini bersinergi dengan mahasiswa KKN. Kehangatan dan kebersamaan tercermin dalam setiap rangkaian acara yang berlangsung sederhana namun penuh makna.
Selama berada di Desa Keseneng, mahasiswa KKN telah melaksanakan beragam kegiatan bermanfaat. Mulai dari penyaluran wakaf Al-Qur’an ke sekolah dan TPQ, edukasi lingkungan melalui pemanfaatan barang bekas menjadi pot bunga, hingga pendampingan belajar agama dan umum bagi anak-anak.
Program-program tersebut tidak hanya berorientasi pada pendidikan, tetapi juga mendorong kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan dan membangun semangat religius sejak dini.
Kepala Desa Keseneng menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh mahasiswa KKN.
“Kami sangat berterima kasih atas kontribusi adik-adik KKN UIN Walisongo. Kehadiran mereka memberikan semangat baru, terutama bagi anak-anak dan generasi muda desa. Semoga ilmu dan kegiatan yang ditinggalkan bisa terus kami lanjutkan,” ungkapnya.
Acara perpisahan diawali dengan sambutan dari pihak desa, dilanjutkan dengan pemutaran dokumentasi kegiatan mahasiswa KKN Selama 45 hari serta menampilkan vidio profil desa di Desa Keseneng. Warga tampak antusias menyaksikan kembali momen-momen kebersamaan, mulai dari kegiatan belajar bersama anak-anak, penyaluran wakaf, hingga praktik eco-print dan kreativitas daur ulang.
Koordinator Posko 18, Hamzah Azzam , dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas penerimaan warga yang sangat hangat.
“Kami merasa diterima sebagai bagian dari keluarga besar Desa Keseneng. Banyak pelajaran hidup yang kami dapatkan di sini, terutama tentang kebersamaan, kepedulian, dan kekuatan masyarakat desa. Terima kasih atas doa dan dukungan dari seluruh warga. Semoga silaturahmi kita tetap terjaga meski program KKN ini telah selesai,” ujarnya.
Tak hanya dari pihak mahasiswa, warga pun turut menyampaikan kesan dan pesan. Fitri Suryani, S.Pd.SD, Kepala SDN Keseneng, menyebut kehadiran mahasiswa KKN sangat membantu dalam mendukung pembelajaran siswa.
“Anak-anak kami merasa senang dan termotivasi. Bahkan, beberapa siswa lebih rajin membaca Al-Qur’an setelah menerima wakaf dari KKN. Kami merasa kehilangan, tapi doa kami selalu menyertai mereka agar sukses ke depan,” tuturnya.
Acara perpisahan kemudian ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah sederhana. Warga dan mahasiswa saling berjabat tangan, sebagian bahkan meneteskan air mata karena rasa kebersamaan yang telah terjalin begitu eraT.
Meski program KKN Posko 18 resmi berakhir, masyarakat berharap kegiatan positif yang sudah dirintis dapat terus dilanjutkan. Wakaf Al-Qur’an yang disalurkan akan menjadi warisan berharga bagi TPQ dan sekolah dasar. Begitu pula dengan praktik ramah lingkungan yang diperkenalkan mahasiswa, diharapkan mampu menginspirasi warga untuk terus menjaga kebersihan desa.
Sementara itu, bagi mahasiswa, pengalaman KKN ini bukan sekadar pengabdian, melainkan juga proses belajar hidup bersama masyarakat. Banyak pelajaran sosial, budaya, dan spiritual yang mereka bawa pulang untuk menjadi bekal di masa depan.
“Perpisahan ini bukan akhir, melainkan awal dari persahabatan panjang. Desa Keseneng akan selalu menjadi bagian dari cerita perjalanan hidup kami,” pungkas salah satu mahasiswa Posko 18 sebelum meninggalkan lokasi.
Dengan demikian, penarikan mahasiswa KKN UIN Walisongo di Desa Keseneng menjadi momen yang tak terlupakan. Meski berpisah, jejak pengabdian mereka akan tetap hidup dalam ingatan masyarakat, sekaligus menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara mahasiswa dan masyarakat desa mampu melahirkan kebaikan bersama. (Penulis : Mariana / TIM KKN UIN WS)
