Sragen-Inspirasiline.com. Bupati Sragen, Sigit Pamungkas, memberikan pembinaan sekaligus pembekalan kepada Jajaran Pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Sragen di Gedung PGRI Sragen, Jumat (12/9/2025). Acara ini turut dihadiri Ketua PGRI Kabupaten Sragen, Prihantomo, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sragen, Hargiyanto, serta Ratusan Pengurus PGRI dari Tingkat kabupaten maupun Kecamatan.
Ketua PGRI Sragen sekaligus Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sragen, Prihantomo, dalam sambutannya menyampaikan bahwa PGRI Sragen memiliki 6.037 Anggota yang tersebar di 21 Cabang Kecamatan dan Satu Cabang Khusus di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan untuk mewadahi Guru Swasta. Pada kesempatan kali ini, Hadir 23 Pengurus kabupaten dan 339 Pengurus Cabang hasil pemilihan yang telah berlangsung dalam dua bulan terakhir.
“Kurang lebih Dua Bulan ini masing-masing Kecamatan mengadakan Pemilihan Pengurus. Kini kita bisa berkumpul bersama untuk mendapatkan pembekalan dari Bapak Bupati,” ujarnya.
Dalam arahannya, Bupati Sigit Pamungkas menekankan bahwa pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan kunci utama Kemajuan Daerah. Ia mencontohkan sejumlah Negara yang mampu berkembang meskipun Minim Sumber Daya Alam karena memiliki SDM unggul.

“Kuncinya adalah pengembangan Sumber Daya Manusia. Untuk itu, kita harus terus meningkatkan kualitas SDM, khususnya di Kabupaten Sragen,” tegasnya.
Bupati juga memaparkan berbagai kebijakan Pemerintah Kabupaten (PEMKAB) Sragen dalam mendukung Sektor Pendidikan. Pada April 2025, Pemkab Sragen telah menetapkan Pembebasan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) serta pemberian Insentif bagi Guru PAUD, yang akan Efektif Berlaku pada Desember 2025. Kebijakan ini akan diperluas pada April 2026 yang mencakup penyandang disabilitas, keluarga tidak mampu, veteran, dan guru berpenghasilan rendah.
Selain itu, Pemkab Sragen juga menanggung biaya seragam sekolah bagi Siswa Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Tahun 2025 program ini berlaku bagi siswa dari keluarga kurang mampu, sedangkan mulai 2026 akan diperluas untuk seluruh Siswa SD dan SMP tanpa pengecualian.
Tidak hanya fokus pada pendidikan formal, Pemkab Sragen juga memberikan perhatian pada sektor keagamaan dengan memberikan insentif kepada guru TPQ, Madrasah, serta Ustaz Pondok Pesantren.
“Alhamdulillah, kita juga memberikan Insentif bagi Guru PAUD, Guru TPQ, Madrasah, dan para Ustaz di Pondok Pesantren. Dengan meningkatkan sumber daya manusia, kita yakin akan membawa kemajuan bagi masyarakat kita,” tutur Bupati Sigit Pamungkas.
Lebih lanjut, Pemkab Sragen mengalokasikan Anggaran sebesar Rp3 Miliar pada Tahun ini untuk membantu anak-anak dari keluarga tidak mampu. Bahkan, beasiswa juga diberikan bagi siswa berprestasi meskipun berasal dari keluarga mampu.
Bupati menegaskan seluruh kebijakan tersebut merupakan wujud nyata keberpihakan Pemkab Sragen pada Dunia Pendidikan. Menurutnya, pendidikan adalah Investasi Jangka Panjang yang akan menentukan arah kemajuan Daerah.
Melalui pembinaan ini, diharapkan Pengurus PGRI mampu menjadi motor penggerak dalam mendukung program Pemerintah, sekaligus bersinergi dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Sragen. (Sugimin/17-Release Diskominfo Sragen)
