Grobogan-Inspirasiline.com. Panco atau engkol merupakan olahraga kegemaran masyarakat Indonesia pada era 70-90 an lalu, yang pada umumnya dilakukan untuk adu kekuatan otot tangan baik oleh orang dewasa maupun anak anak. Olahraga masyarakat itu agaknya sudah membudaya sehingga bisa disebut permainan olahraga atau pertandingan yang legendaris.
Secara organisatoris, saat itu belum ada yang mewadahi, namun seiring perkembangan pertandingan adu otot tangan atau panco tersebut, saat ini olahraga tersebut masuk dalam organisasi POGTI ( Persatuan Olahraga Gulat Tangan Indonesia) yang berdiri sejak beberapa tahun lalu baik dipusat, maupun di propinsi. Di Grobogan sendiri baru ada sejak 25 Nopenber 2024 dengan kepengurusannya.

Demikian disampaikan Ketua POGTI Grobogan Aji Puspita SE kepada media Inspirasiline.com saat istirahat siang, Senin (13/10/2025).
Aji menjelaskan atlit panco yang tergabung dalam organisasi yang dipimpinnya itu masih dibawah organisasi yang menaunginya yakni KORMI ( Komite Olah Raga Masyarakat Indonesia) yang di pusat dibina oleh Kemenpora , demikian di tingkat provinsi, di Grobogan sendiri oleh Disporabudpar Kab. Grobogan.
Aji menyebut sementara ini para atlit panco (engkol-Jawa) berlatih secara mandiri di sasana Prospek Body Goals miliknya, yang berlokasi di jalan Gunung Merapi no. 14 Purwodadi Grobogan ( sebelah timur SMPN3 Purwodadi) dalam rangka mempersiapkan Forda (Festival Olahraga Daerah) Kormi tingkat Jateng pada Desember 2025 mendatang.

“Itulah bedanya antara KONI dan KORMI, bila ada ajang kejuaraan, KONI memakai istilah Porda, kalau KORMI istilahnya Forda (festival olahraga daerah)” ungkap Aji, yang sehari hari nya memegang Bagian Marketing PT. BPR Bank BKK Purwodadi ( perseroda) itu.
Dibagian lain Aji mengungkapkan, saat ini atlit panco atau gulat tangan di Grobogan masih terbatas, salah satu atlit legendaris gulat tangan adalah Didik (staf SMK Pembnas Purwodadi Grobogan) yang selalu menjuarai lomba panco diberbagai event baik di tingkat Propinsi Jawa Tengah maupun Kabupaten Grobogan.
Terkait persiapan menghadapi Forda Kormi di Solo mendatang, Aji mengaku siap mengikuti kejuaraan gulat tangan secara mandiri.
“Kami dari POGTI Grobogan siap berlaga di Forda Solo secara mandiri, saat ini atlit atlit kami selalu berlatih 2 kali seminggu di sasana kami dengan harapan bisa menjuarai lomba gulat tangan” ujarnya mantap.
Sementara itu Kabid Keolahragaan Disporabudpar Kabupaten Grobogan Nuryasin S. STP, MH menjelaskan antara Kormi dan Koni itu beda tipis. Koni wadah pembinaan olahraga prestasi, kalau Kormi merupakan perkumpulan olahraga masyarakat atau olahraga rekreasi. Sebagai contoh IESpA ( Indonesian E Sport Association) itu menginduk di KORMI, tetapi ESI (E-Sport Indonesia) menginduk di KONI.
Adapun jenis olahraga yang tercakup di Kormi itu banyak sekali, diantaranya line dance, senam sehat Indonesia, tae kwon do, panco , espot dsb.
Nuryasin menyebut secara organisatoris Kormi Pusat dibina dan di kuatkan dengan SK Kemenpora, demikian juga Kormi Propinsi, sedangkan Kormi Kabupaten dikuatkan dengan SK dari Kormi Propinsi.
Nuryasin menambahkan sesuai UU no 11 tahun 2022 tentang Keolahragaan bahwa olahraga terbagi menjadi 3 bagian yakni olahraga pendidikan yang berada pada satuan pendidikan, olahraga prestasi yang ditangani Koni, dan olahraga rekreasi atau olahraga masyarakat dibawah Kormi.
“Namun ketiganya prinsipnya sama yakni memiliki gerakan dasar yang sama” bebernya.
Sementara itu Ketua Kormi Grobogan Adi Jatmiko SH MH menjelaskan Kormi saat ini memiliki 52 cabang olahraga, namun di Grobogan baru ada 17 cabang olahraga diantaranya senam terra, senam sehat Indonesia, fortina (egrang, sandal bakiak dsb).
Keberadaan Kormi di Grobogan dimulai sejak 2018 dan kini sudah memasuki periode kepengurusan yang ketiga. Gulat tangan atau panco saat ini berpeluang masuk ke ranah Koni, asal memenuhi syarat.
Ketua Koni Grobogan Yoyok Prihantoro menyebut cabor gulat tangan atau panco saat ini belum masuk ke Koni namun bila memenuhi syarat bisa masuk sebagai cabor baru.
“Syarat kalo masuk Koni pusat harus sudah terbentuk organisasi panco dibeberapa propinsi persisnya kurang tahu
Tetapi kalau untuk Jateng minimal harus terbentuk organisasi panco sebanyak 18 Kabupaten” pungkasnya. (jk)
