Grobogan-Inspirasiline. com. Hasil otopsi terhadap jenazah siswa SMPN1 Geyer Kabupaten Grobogan, AB (13) yang diduga mengalami perundungan dari teman temannya memberikan titik terang akan penyebab kematiannya. Dimana hasil otopsi ditemukan patahan tulang kepala bagian belakang yang menjadi penyebab tewasnya siswa AB tersebut.
Hal itu disampaikan Kapolres Grobogan AKBP Ike Yulianto Wicaksono kepada media TV saat diwawancarai dalam program Kompas Petang pada Senin malam (13/10/2025) terkait tewasnya siswa tersebut.
“Dari hasil otopsi yang dilakukan, kami mendapatkan bukti adanya patahan pada tulang kepala bagian belakang, dimana hal ini menjadi penyebab tewasnya siswa AB” tegas Kapolres.

Hingga saat ini, Polres Grobogan telah memeriksa 10 orang saksi yakni 4 orang dari guru sekolah yang bersangkutan dan 6 saksi dari teman teman sekolah korban.
Sebagaimana diketahui, seorang siswa kelas VII SMP Negeri 1 Geyer berinisial AB (13) meninggal dunia diduga akibat menjadi korban perundungan (bullying) oleh sejumlah rekannya di sekolah.
Peristiwa memilukan ini terjadi pada Sabtu (11/10/2025) siang. Korban ditemukan tergeletak tak sadarkan diri di depan ruang kelas saat jam istirahat. Sontak, rekan-rekan sekelas dan guru langsung membawa korban ke ruang UKS untuk mendapatkan pertolongan pertama.
Namun kondisi korban semakin memburuk. AB sempat mengalami kejang-kejang di ruang UKS sebelum akhirnya dilarikan ke Puskesmas Geyer. Sayangnya, nyawa korban tak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia.
Akibat hal ini, Kepala Sekolah dimintai keterangan oleh pihak kepolisian terkait insiden tersebut Sedangkan Budiyono, Kepala Desa Ledokdawan, juga turut diperiksa sekitar pukul 16.05 WIB. Ia membenarkan bahwa korban merupakan warga Dusun Muneng RT 05/RW 03, Desa Ledokdawan, Kecamatan Geyer.
Keterangan paman korban, Pujio, mengungkapkan bahwa keponakannya sempat beberapa kali mengeluh sakit di dada dan kepala, serta merasa tertekan akibat perlakuan teman-temannya di sekolah.
“Dia pernah ngeluh, katanya sering dibully sama teman-temannya. Bahkan sempat bilang sakit di dada dan kepala,” ungkapnya.
Korban diketahui merupakan anak sulung dari dua bersaudara, yang tinggal bersama neneknya, Kustinah, di Dusun Muneng. Sementara orang tua korban, Sawendra dan Ike, tengah merantau di Cianjur, Jawa Barat.
Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Grobogan, Putri Harjani, menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas meninggalnya siswa SMPN 1 Geyer tersebut. (jk)
