Pembukaan Jambore Pendidikan Kesetaraan Kabupaten Tegal Meriah, Semarakkan Semangat Kebangsaan dan Karakter Siswa

NEWS

Tegal-Inspirasiline.com. Semangat membara mewarnai pembukaan Jambore Pendidikan Kesetaraan Kabupaten Tegal Tahun 2025 yang digelar di Lapangan Desa Dukuhdamu, Kecamatan Lebaksiu, pada Sabtu dan Minggu, 15-16 November 2025. Gelaran ini menjadi momen bersejarah, sebab Kabupaten Tegal menjadi yang pertama di Jawa Tengah yang menginisiasi kegiatan jambore untuk Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).

Upacara pembukaan berlangsung khidmat, diawali dengan penghormatan kepada Sang Saka Merah Putih, pembacaan teks Pancasila, UUD 1945, dan Dasa Dharma Pramuka. Hadir dalam acara tersebut anggota Forkopincam Kecamatan Lebaksiu, Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tegal, Winarto, Ketua Kwarcab Kabupaten Tegal, Ketua PKBM se-Kabupaten Tegal, serta undangan lainnya. Sekdin Disdikbud Kabupaten Tegal, Satyo, bertindak sebagai Pembina Upacara.

Ketua Panitia Penyelenggara Jambore Kesetaraan Pendidikan Tahun 2025, Fathuri, S.Pd.MM, menjelaskan bahwa jambore diikuti oleh 400 peserta dari 25 PKBM di Kabupaten Tegal. Selama dua hari, peserta akan mengikuti berbagai lomba menarik, di antaranya lomba Peraturan Baris Berbaris (PBB), lomba pembuatan video pendek, lomba kebersihan tenda, dan pentas seni. Panitia mengucapkan terima kasih atas dukungan dari Disdikbud Kabupaten Tegal yang telah memberikan dukungan penuh untuk kesuksesan acara ini.

Dalam sambutannya, Pembina Upacara, Satiyo, menyampaikan bahwa kegiatan jambore ini bertujuan untuk meningkatkan semangat belajar bagi peserta didik non-formal, serta membangun jiwa semangat kebangsaan dan karakter yang kuat untuk menghadapi masa depan.

“Dengan jambore ini, anak-anak akan belajar banyak tentang karakter kebangsaan, kedisiplinan, kepahlawanan, dan sebagainya. Saya minta kepada peserta untuk tetap disiplin dan serius dalam mengikuti setiap lomba,” tegas Satyo.

Satyo juga menjelaskan bahwa melalui ajang Pramuka Kesetaraan Pendidikan ini, anak-anak digembleng untuk menjadi warga belajar yang siap pakai dan siap berkarya untuk negara, bangsa, dan agama. Ia mendorong seluruh peserta untuk mengikuti jambore dengan semangat tinggi, karena kegiatan ini dapat mengurangi dan menghindari kebiasaan bermain gawai (HP) dengan hal-hal yang kurang baik. Jambore ini memberikan kegiatan-kegiatan positif bagi para peserta.

“Selama ini kita terlalu asyik dengan HP, sering dipengaruhi oleh media sosial yang di sana banyak hal-hal negatif yang kadang kita lihat. Hal tersebut dapat berakibat buruk. Melalui jambore ini, banyak kegiatan, banyak lomba-lomba yang ditujukan untuk melatih karakter anak menjadi warga negara Indonesia yang baik dan patriotik,” jelas Satiyo.

Dalam kesempatan tersebut, Satyo mengajak seluruh peserta upacara untuk meneriakkan yel-yel tujuh kebiasaan anak hebat, sehat, cerdas, dan berkarakter, dengan harapan program tersebut dapat diimplementasikan di setiap PKBM.

Sebagai penutup, acara pembukaan Jambore Kesetaraan Pendidikan diwarnai dengan pemberian bantuan kepada sejumlah anak didik dan penghargaan lainnya. Pembukaan secara resmi ditandai dengan penyematan tanda peserta dan pelepasan burung dara oleh para pejabat Disdikbud dan anggota Forkopincan Kecamatan Lebaksiu.(Abiet Sabariang)

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *