Tegal-Inspirasiline.com. Pemerintah pusat berkomitmen penuh untuk mentransformasi Pelabuhan Perikanan Nasional (PPN) Tegal Sari menjadi pelabuhan perikanan yang modern dan berkelas internasional. Melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan, pembangunan komprehensif yang meliputi perluasan area pelabuhan, peningkatan infrastruktur vital, serta pengadaan sarana dan prasarana penunjang lainnya dipastikan akan dilaksanakan secara bertahap. Proses perencanaan rinci untuk proyek ambisius ini telah dimulai, menandai langkah awal dari realisasi visi pengembangan PPN Tegal Sari.
Menurut Ibrahim, selaku Unit Pelaksana Teknis dari Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, proyek pengembangan PPN Jongor Tegal Sari ini diproyeksikan akan menelan anggaran sebesar Rp 500 miliar. Dia menyampaikan hal ini dalam usia menghadiri tasyakuran ulang tahun Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Jawa Tengah yang diselenggarakan di Kota Tegal pada tanggal 21 Mei 2026. Proses pembangunan ini diperkirakan akan memakan waktu kurang lebih dua tahun, dengan target penyelesaian pada pertengahan tahun 2028. Pengembangan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kapasitas operasional pelabuhan tetapi juga memberikan dampak ekonomi signifikan serta meningkatkan kesejahteraan para nelayan dan masyarakat pesisir secara keseluruhan.
Ibrahim menambahkan bahwa keberhasilan proyek strategis ini sangat bergantung pada dukungan kolaboratif dari berbagai pihak. Beliau secara khusus memohon dukungan penuh dari Pemerintah Kota Tegal serta seluruh elemen masyarakat nelayan Tegal agar kelancaran pembangunan dapat terwujud sesuai dengan harapan. “Dengan adanya pengembangan PPN Tegal Sari, kami optimis masyarakat nelayan akan merasakan peningkatan kesejahteraan yang nyata,” ujar Ibrahim. Peningkatan kualitas dan kuantitas fasilitas pelabuhan ini diharapkan akan membuka lebih banyak peluang ekonomi, memperkuat rantai pasok perikanan, serta menjadikan Tegal sebagai pusat perikanan yang lebih berdaya saing di kancah nasional maupun internasional. (Biet)
