Grobogan-Inspirasiline.com. Patut dibanggakan, Pemkab Grobogan melalui Dinas Pendidikan mencatatkan 2 kegiatan besar yang berhasil masuk MURI (Museum Record Indonesia), yakni penulisan Buku terbanyak yang sudah ber-QRCBN berjumlah 1181 buku dengan 1044 penulis dan Penulisan Pepali Ki Ageng Selo dengan aksara Jawa yang ditulis sekitar 1045 guru dan Kepala sekolah se Kab. Grobogan.
Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Bupati Sugeng Prasetyo dsn istri bersama jajaran forkompinda, Sekda, Ari Andriani perwakilan Muri, Kepala OPD terkait, Kadisdik Purnyomo beserta jajarannya.

Para penulis buku yang sudah ber QRCBN (Quick Response of Code Book Number) itu berasal dari guru, pengawas dan kepala sekolah.
Sedangkan penulisan aksara Jawa, para guru menuliskan 7 kalimat pepali (pesan) Ki Ageng Selo.
Khusus untuk penulisan aksara Jawa, oleh Ketua Umum MURI Jaya Suprana disamping tercatat di MURI tingkat nasional juga dikukuhkan tercatat sebagai rekor dunia.

Muri memberikan piagam kepada pemrakarsa yakni Pemkab Grobogan dan penyelenggara yakni Dinas Pendidikan Kab. Grobogan.
Demikian disampaikan Ari Andriani mewakili Ketua Umum MURI Jaya Suprana saat menyerahkan piagam penghargaan MURI kepada Pemkab dan Disdik Kab. Grobogan.
Penyerahan itu dilakukan usai dilaksanakannya upacara puncak peringatan Hari Guru Nasional tahun 2025, HUT PGRI ke 80 dan HUT Korpri ke 54 di alun-alun Purwodadi, Senin (1/12/2025).

Ia menyebut, Grobogan kembali mencatat Rekor Muri 2 sekaligus, setelah sebelumnya pernah tercatat di Muri yakni kegiatan potong padi dengan ani-ani yang melibatkan pemotong padi terbanyak, berlangsung pada bulan Mei 2024 lalu.
“MURI telah mencatat kedua kegiatan ini, yakni mencatat penulisan buku terbanyak oleh guru dan tenaga kependidikan yang sudah ber- QRCBN, dan penulisan aksara Jawa terbanyak. Khusus untuk penulisan aksara Jawa, disamping masuk Muri juga dikukuhkan sebagai rekor dunia” ucap Andriani mewakili Muri, yang disambut riuh gegap gempita para guru yang hadir. Hal ini juga disaksikan oleh para guru dan tenaga kependidikan se Kab. Grobogan melalui daring .
Sementara itu, sebelumnya dalam upacara, Wakil Bupati Sugeng Prasetyo dalam sambutannya mengatakan
di era digital, ASN harus mampu beradaptasi dan menjadi penggerak utama transformasi digital, untuk kemudahan pelayanan, memperkuat transparansi dan membangun kepercayaan rakyat.
Sugeng menyebut, mengutip Ketua DPN Korpri, ada 8 Tekad kesiapsiagaan KORPRI yaitu:
Perkuat persatuan dan soliditas ;
Tegakkan netralitas dan integritas;
Tingkatkan profesionalisme dan kompetensi.
Tanamkan nilai-nilai kejujuran, disiplin, dan tanggung jawab.
Seluruh ASN untuk siaga bencana.
Peningkatan Pendapatan Daerah menjadi tugas dari seluruh ASN.
Kawal Reformasi Birokrasi untuk penyelesaian masalah kemiskinan, anak tidak sekolah, dan mendorong pertumbuhan ekonomi 8%, pendapatan daerah, serta mencegah kebocoran anggaran dan Jaga nama baik Korpri dan ASN.
Dilain pihak, Wabup mengatakan sebagai organisasi guru yang unitaristik, independen, dan non-partisan. PGRI bertekad memperkuat sifatnya menjadi organisasi yang berdiri di atas semua golongan, pencipta kekuatan negara khususnya di bidang pendidikan.
Maraknya guru di berbagai daerah yang mengalami kekerasan, dilaporkan dan diproses hukum, menunjukkan lemahnya perlindungan terhadap guru.
“Jangan ada lagi guru tersandung kasus hukum saat menunaikan tugasnya, mendidik anak bangsa.” ujar Wabup.
Kita menaruh harapan besar kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto, yang fokus pada peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia. Pendidikan yang berkualitas akan terwujud manakala guru sebagai aktor utama, mendapat perhatian dalam hal peningkatan kesejahteraan, kompetensi, dan perlindungan hukum, tegasnya.
Di usia ke-80 ini, Wabup mengajak seluruh guru, pendidik dan tenaga kependidikan untuk meningkatkan kualitas pendidikan, bersikap terbuka dan adaptif terhadap perubahan, serta terus menjaga kemitraan yang strategis dan konstruktif dengan pemerintah daerah.
Dalam acara ini pula Wabup berkesempatan menyerahkan SK P3K paruh waktu, kepada 3.446 orang, yang terdiri dari 660 orang guru, 194 Nakes dan 2.592 tenaga teknis.
Pada kesempatan ini pula, Wabup memberikan.piala, piagam dan hadiah bagi anggota Korpri berprestasi dan para anggota PGRI.
Adapun juara 1,2 dan 3 penulis buku terbanyai adalah Pengawas : 1. Andry Wahyoelianto SPd (7 buku) dari Korwil Ngaringan 2. Narto SPd,MPd ( 6 buku) dari korwil Purwodadi 3. Suharyono SPd, MPd (3 buku) dari korwil Tawangharjo.
Kepala Sekolah :1. Ajar Kuncara Ratna SPd (10 buku) dari SDN1 Lemahputih Brati 2. Miftachul Hidayati SPd ( 6 buku) dari SMPN3 Tawangharjo 3. Ana Riyanti SPd (4 buku) dari SDN4 Dimoro Toroh.
Guru : 1.Lilik Suryono SPd (7 buku) dari SDN1 Bago Kradenan 2. Nur Mardliyyah SPd ( 6 buku) dari SDN1 Sobo Geyer 3. Erlina Sukawanti SPdI, MPd (5 buku) dari SDN3 Mlowakarangtalun Pulokulon.
Terpisah, Ketua PGRI Grobogan Drs. H. Purnyomo MPd yang juga Kepala Dinas Pendidikan Kab. Grobogan kepada media mengatakan dua kegiatan tersebut khususnya ide penulisan buku oleh guru sebenarnya sudah muncul sebelum dirinya menjadi Kadisdik Grobogan, dan baru sekarang ide itu menjadi kenyataan. Purnyomo mentargetkan 1000 judul buku tulisan guru, namun kenyataannya melebihi target.
“Saya ingin semua guru, pengawas dan kepala sekolah mempunyai kompetensi dalam menulis buku, agar bisa menumbuhkan kreatifitas dan inovasinya” pungkasnya. (jk)
