Sragen-Inspirasiline.com. Dapur SPPG tidak hanya berfokus pada pemenuhan Gizi Penerima Manfaat, tetapi juga dirancang untuk mendorong dampak ekonomi melalui keterlibatan tenaga kerja serta kemitraan dengan pelaku lokal.
Pernyataan tersebut disampaikan Wakil Bupati (Wabup) Sragen sekaligus Ketua Satgas Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Sragen, H. Suroto, saat meresmikan Dapur SPPG Tanggan 02 di Dusun Sapen RT 17, Kelurahan Tanggan, Kecamatan Gesi, Jumat (30/01/2025).
Ia mendorong masyarakat sekitar untuk aktif memanfaatkan peluang yang muncul dari Operasional Dapur tersebut.
“Dapur ini akan beroperasi selama 24 Jam, sehingga kondusivitas lingkungan harus tetap dijaga. Program ini diharapkan benar-benar memberi manfaat tanpa menimbulkan dampak negatif bagi warga sekitar,” tegasnya.

Selaku mitra pelaksana, Perwakilan Yayasan Dhanam Anindha Nusantara, Setyoko, menyatakan komitmennya untuk mengelola dapur secara profesional dan terbuka. Ia menekankan pentingnya kolaborasi dan pengawasan bersama demi keberlanjutan program.
“Kami siap menerima saran, masukan, bahkan kritik yang membangun. Semua itu kami perlukan agar pelaksanaan MBG di dapur ini berjalan Optimal dan benar-benar berdampak,” ujarnya.
Setyoko juga berharap Program ini turut berkontribusi dalam membentuk Generasi Penerus yang sehat, cerdas, dan berkarakter.
Sementara itu, Kepala SPPG Tanggan 02, Nanda Rifki Setiawan, menjelaskan dapur ini akan melayani sekitar 1.200 Penerima Manfaat dari 18 Sekolah, dengan dukungan maksimal 35 Staf dan Relawan, serta dijadwalkan mulai beroperasi pada 2 Februari 2026. Menurutnya, pemerataan dapur SPPG di Kecamatan Gesi masih terus berlangsung dan berpotensi diikuti penyesuaian personel ke depan.
“Kami berharap pendampingan dari Pihak Sekolah, Muspika, serta seluruh pemangku kepentingan di Kecamatan Gesi agar Operasional Dapur berjalan Optimal. Dapur ini hadir bukan untuk kepentingan pribadi, melainkan demi kemaslahatan anak-anak penerima manfaat,” tuturnya. (Sugimin/17- Release Diskominfo Sragen)
