Sukoharjo-Inspirasiline.com. Pemkab Sukoharjo melalui Dinas Koperasi, UMK dan Perdagangan (Diskopumdag) kembali menggelar Kampung Ramadan 2026, disediakan sembako murah, dan aneka jajanan kuliner untuk buka puasa. Selain itu Pemkab bekerjasama dengan Baznas mmemberikan santunan kepada anak yatim piatu sebanyak 150 anak, masing-masing menerima Rp 300 000.
Kegiatan yang dipusatkan di halaman Gedung Pusat Promosi Potensi Daerah (GPPPD) Proliman Sukoharjo itu akan berlangsung hingga 19 Maret mendatang juga dimeriahkan berbagai lomba seperti memasak dan menggambar.

Seremoni pembukaan dilakukan Bupati Etik Suryani, yang juga dihadiri Sekda Abdul Haris, Ketua DPRD, Nurjayanto dan beberapa Kepala OPD di lingkungan Pemkab Sukoharjo, Sabtu (21 /2/ 2026).
Dalam kata sambutannya bupati Etik mengajak kepada kaum muslimin dan muslimat dikabupaten Sukoharjo untuk mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya baik lahir maupun batin untuk melaksanakan ibadah puasa secara sempurna serta dapat mengaktualisasikan hakikat makna ibadah puasa dalam kehidupan sehari-hari.

Lebih lanjut bupati tambahkan dengan dibukanya kampung ramadan ini masyarakat kami harapkan bisa memanfaatkannya untuk membeli kebutuhan pokok sehari-hari dengan harga yang lebih ringan dibanding tempat lain, juga bisa menikmati buka puasa disini dengan berbagai menu apa saja tersedia, baik bermacam-macam makanan, macam-macam minuman semua tersedia disini.

Kepala Diskopumdag Pemkab Sukoharjo, Sumarno, mengatakan Kampung Ramadan merupakan rutin agenda tahunan di setiap bulan ramadan, dan yang membedakan tahun ini masyarakat bisa memesan parsel lebaran.
“Kegiatan itu bertujuan mengenalkan potensi UMKM lokal di Sukoharjo sekaligus menggerakkan sektor UMKM yang berdampak pada perekonomian daerah,” ujar Sumarno.
Menurutnya, Kampung Ramadan diikuti 32 pelaku UMKM yang berjualan aneka kuliner menu buka puasa dan buka setiap hari mulai pukul 15.00 – 22.00 WIB.
“Selain produk makanan dan minuman, masyarakat juga bisa memesan beragam jenis parsel Lebaran yang diberdayakan selama Ramadan dengan harga bervariasi antara 150 hingga 500 ribu rupiah,” kata dia.
Lebih lanjut Sumarno juga optimis sektor UMKM akan bergeliat selama bulan puasa, terutama saat masyarakat berburu takjil pada sore hari.
“Kami optimis dengan kegiatan Kampung Ramadan dapat menjadi pilihan bagi warga untuk berbuka puasa dengan aneka takjil,” ujarnya.
Usai Kampung Ramadan 2026 yang berakhir jelang lebaran akan berlanjut ivent dengan Kampung Syawal 1447 H di lokasi yang sama hingga akhir Maret mendatang.
“Kegiatan tersebut menyasar para perantau atau kaum boro yang pulang kampung untuk bernostalgia dengan mencicipi kuliner khas lokal Sukoharjo,” katanya.
Sementara itu, Bupati Sukoharjo Etik Suryani mengatakan Kampung Ramadan menjadi terobosan untuk mengangkat produk UMKM lokal agar memiliki daya saing tinggi, sejalan dengan program unggulan UMKM Naik Kelas.
“Kami berharap pelaku UMKM semakin produktif dan inovatif dalam meningkatkan kualitas produk makanan dan minuman,” ujar Etik.
Pemkab Sukoharjo menurutnya, juga terus memfasilitasi dan mendampingi pelaku UMKM lokal agar kualitas produknya selain meningkat. (Prie)
