Lima Kecamatan Di Sragen Dilanda Banjir, Pemkab Cari Solusi Penanganan

NEWS

Sragen-Inspirasiline.com.  Banjir melanda Lima Kecamatan di Kabupaten Sragen akibat hujan deras berintensitas tinggi yang memicu luapan Sungai Bengawan Solo dan anak sungainya sejak Rabu malam hingga Kamis (4–5/3/2026). Peristiwa tersebut mengakibatkan ratusan hektar lahan pertanian milik petani terendam udara dan berpotensi menimbulkan kerugian hingga ratusan juta rupiah.

Bupati Sragen, Sigit Pamungkas, didampingi Wakil Bupati  H. Suroto, Sekretaris Daerah Hargiyanto, serta Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sragen R. Triyono Putro meninjau langsung sejumlah lokasi terdampak banjir di Wilayah Kecamatan Sidoharjo, Jumat (6/3/2026).

Tiga lokasi yang menjadi Titik Peninjauan Yakni Desa Pandak, Desa Sribit, dan Desa Tenggak. Saat peninjauan dilakukan, kondisi banjir di Wilayah tersebut sudah surut.

Bupati Sigit Pamungkas  menyampaikan bahwa peninjauan dilakukan untuk melihat langsung dampak banjir sekaligus mengidentifikasi permasalahan serta menyerap aspirasi masyarakat terkait penanganan banjir ke depan.

“Banjir ini terjadi karena bertemunya dua arus sungai, yaitu luapan Bengawan Solo yang debitnya sangat besar dan aliran Sungai Munggung dari wilayah Sragen yang seharusnya mengalir ke Bengawan Solo. Namun karena Bengawan Solo meluap, aliran tersebut tidak dapat masuk sehingga menimbulkan banjir di sejumlah Wilayah,” jelasnya.

Menurutnya, permasalahan utama berasal dari luapan Bengawan Solo. Pemerintah Kabupaten Sragen akan berkoordinasi dengan pihak pengelola Bengawan Solo untuk mencari solusi penanganan yang tepat.

Selain itu, Pemerintah Daerah juga mengidentifikasi berbagai dampak lain seperti jembatan yang tergerus dan terancam roboh, serta kerugian pada tanaman padi milik petani. Temuan tersebut akan menjadi dasar dalam menentukan langkah penanganan dan solusi ke depan.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Sragen R. Triyono Putro menjelaskan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat menyebabkan luapan Sungai Bengawan Solo di sejumlah wilayah. Luapan air menggenangi beberapa ruas jalan di antaranya di Sribit, Pandak, Tangkil, Bener, dan Bumpit.

“Akibat menampung udara, Tim BPBD melakukan pemantauan serta membantu akses evakuasi bagi anak-anak sekolah karena sejumlah ruas jalan masih tertutup udara. Seiring berjalannya waktu, kondisi air surut sehingga akses jalan sudah dapat kembali dilalui,” terang Kepala Pelaksana BPBD.

Dari pengamatan di lapangan, pengumpulan air lebih banyak terjadi di ruas jalan, sementara yang masuk ke rumah warga relatif sedikit dan cepat surut. Wilayah yang paling lama mengalami genangan berada di Desa Pandak dan Sribit dengan ketinggian udara di jalan mencapai sekitar 60 hingga 70 Sentimeter.

“BPBD Kabupaten Sragen terus melakukan pemantauan perkembangan kondisi di lapangan, termasuk melalui survei udara menggunakan drone. Koordinasi juga dilakukan dengan Pemerintah Kabupaten dan Pemerintah Provinsi untuk melaporkan situasi perkembangan,” lanjutnya.

Masyarakat juga diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem serta bersiap melakukan evakuasi mandiri di Wilayah Rawan Banjir. Tim BPBD bersama relawan dan Desa Tangguh Bencana terus disiagakan untuk membantu masyarakat jika terjadi kondisi darurat. (Sugimin/17- Release Diskominfo Sragen)

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *