1.139 Calon Jamaah Haji Sragen Siap Berangkat Dari Embarkasi Solo

NEWS

Sragen–Inspirasiline.com. Pemerintah  Kabupaten (Pemkab) Sragen Memastikan Kesiapan Pemberangkatan 1.139 Calon Jamaah Haji Pada Musim Haji Tahun 2026. Pemberangkatan Akan Dilakukan Melalui Embarkasi Solo Dalam Empat Kelompok Terbang (Kloter).

Kloter 65 Dijadwalkan Berangkat Lebih Dahulu Pada 12 Mei 2026. Sementara Kloter 66, 67, Dan 68 Akan Diberangkatkan Pada 13 Mei 2026. Pada Kloter 65, Jamaah Asal Sragen Akan Bergabung Dengan Jamaah Dari Kota Surakarta Dan Kabupaten Karanganyar. Sedangkan Kloter 66 Dan 67 Sepenuhnya Diisi Jamaah Asal Sragen. Adapun Kloter 68 Akan Bergabung Dengan Jamaah Dari Kabupaten Purbalingga, Dengan Sekitar 86 Jamaah Sragen Masuk Dalam Rombongan Tersebut.

Kasi Pelayanan Haji Kementerian Haji Dan Umrah Kabupaten Sragen, Eko Riantoko, Menyampaikan Bahwa Seluruh Proses Persiapan Terus Dimatangkan, Baik Dari Sisi Administrasi, Kesehatan, Maupun Pembekalan Manasik.

“Secara Umum Jamaah Sudah Siap Berangkat. Namun Kami Terus Mengingatkan Agar Para Jamaah Menjaga Kondisi Kesehatan, Karena Ibadah Haji Membutuhkan Fisik Yang Prima,” Ujarnya Kamis (23/4/2026), Di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sragen.

Ia Menjelaskan, Jamaah Termuda Tahun Ini Berusia 15 Tahun, Yakni Nabighah Nailatul Husna Asal Kecamatan Gemolong Yang Menerima Pelimpahan Porsi Dari Orang Tuanya. Sementara Jamaah Tertua Atas Nama Sumina, Berusia 93 Tahun, Berasal Dari Desa Tanggan, Kecamatan Gesi.

Dari Sisi Pembiayaan, Biaya Pelunasan Haji Tahun Ini Mengalami Penurunan. Jika Pada Tahun 2025 Mencapai Sekitar Rp31 Juta, Maka Pada Tahun 2026 Turun Menjadi Sekitar Rp25 Juta Per Jamaah Untuk Embarkasi Solo.

Berdasarkan Data, Komposisi Jamaah Didominasi Perempuan Sebesar 55 Persen Dan Laki-Kaki 45 Persen. Dari Sisi Usia, Kelompok 55–64 Tahun Menjadi Yang Terbanyak Dengan 35 Persen, Disusul Usia Di Atas 65 Tahun Sebesar 30 Persen, Usia 45–54 Tahun Sebesar 25 Persen, Serta Usia 18–44 Tahun Sebesar 10 Persen.

Sebaran Jamaah Terbanyak Berasal Dari Kecamatan Sragen Kota, Masaran, Karangmalang, Tanon, Dan Sidoharjo. Dari Sisi Pekerjaan, Mayoritas Berasal Dari Sektor Swasta Sebesar 30 Persen Dan PNS Sebesar 24 Persen. Dari Tingkat Pendidikan, Jamaah Didominasi Lulusan SD Sebesar 29 Persen, S1 Sebesar 26 Persen, SLTA Sebesar 23 Persen, Dan SMP Sebesar 12 Persen.

Meski Demikian, Sebanyak 67,34 Persen Jamaah Masuk Kategori Risiko Tinggi Dengan Riwayat Penyakit Seperti Hipertensi, Hiperkolesterol, Jantung, Dan Diabetes Melitus.

Eko Menambahkan, Pihaknya Bersama Pemkab Sragen Terus Melakukan Pendampingan Dan Pembinaan Bagi Jamaah, Khususnya Yang Masuk Kategori Risiko Tinggi.

“Kami Mengimbau Jamaah Untuk Disiplin Menjaga Pola Makan, Rutin Mengonsumsi Obat Bagi Yang Memiliki Penyakit Penyerta, Serta Mengikuti Arahan Petugas Kesehatan. Dengan Persiapan Yang Baik, Kami Berharap Seluruh Jamaah Dapat Menjalankan Ibadah Dengan Lancar Dan Kembali Dalam Keadaan Sehat,” Pungkasnya. (Sugimin/17-Release Diskominfo Sragen)

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *