Sragen-Inspirasiline.com. Sebanyak 230 Peserta Mengikuti Edukasi Keuangan Bagi Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI), Pekerja Migran Indonesia (PMI), Serta Keluarga PMI Se-Jawa Tengah Di Aula Sentra Industri Kreatif Dan Kerajinan (SIKK) Kabupaten Sragen, Selasa (28/4/2026). Kegiatan Ini Menjadi Upaya Memperkuat Kesiapan Finansial Para Pekerja Migran Sejak Sebelum Berangkat Hingga Kembali Ke Tanah Air.
Wakil Bupati (Wabup) Sragen, H. Suroto, Menyampaikan Apresiasi Kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Tengah Yang Telah Memfasilitasi Peningkatan Literasi Keuangan Bagi Para Pekerja Migran Dan Keluarganya. Menurutnya, Pemahaman Keuangan Menjadi Bekal Penting Agar PMI Mampu Mengelola Hasil Kerja Secara Tepat Dan Aman.
“Kegiatan Ini Sangat Penting Bagi PMI, Mulai Dari Tahap Persiapan Keberangkatan, Saat Bekerja Di Luar Negeri, Hingga Kembali Ke Daerah Asal. Harapannya, Mereka Mampu Merencakan Keuangan, Berinvestasi, Dan Terhindar Dari Penipuan,” Ujarnya.
Wabup H. Suroto Menegaskan, PMI Merupakan Pahlawan Devisa Sekaligus Duta Bangsa Yang Membawa Nama Baik Indonesia Di Luar Negeri. Oleh Karena Itu, Para Pekerja Migran Dituntut Hntuk Menjaga Disiplin, Mematuhi Aturan Negara Tujuan, Dan Terus Meningkatkan Kemampuan Diri.
“Kalian Adalah Pejuang Ekonomi Keluarga Dan Daerah. Jadilah PMI Tang Baik, Tertib, Dan Sukses Agar Kelak Mampu Mandiri Secara Ekonomi,” Tegasnya.
Kepala OJK Provinsi Jawa Tengah, Hidayat Prabowo, Mengatakan, Pekerja Migran Menjadi Salah Satu Kelompok Prioritas Dalam Program Percepatan Akses Keuangan Daerah. Menurutnya, Perlindungan Bagi PMI Tidak Hanya Soal Penempatan Kerja, Tetapi Juga Kesiapan Mengelola Pendapatan.
Ia Menyebut Jawa Tengah Menempati Posisi Ketiga Nasional Dalam Jumlah Pekerja Migran Hingga Akhir Desember 2025, Yakni Sebanyak 62.276 Orang. Jumlah Tersebut Menunjukkan Pentingnya Edukasi Keuangan Yang Menyasar Calon PMI Maupun Keluarga Di Daerah.
“Tujuan Utama Literasi Keuangan Adalah Agar Masyarakat Memahami Akses Keuangan, Investasi, Dan Pinjaman Yang Sehat. Jangan Mudah Tergiur Rawaran Ilegal Termasuk Pinjaman Maupun Investasi Bodong,” Ungkapnya.
Dirinya Juga Mengingatkan Peserta Agar Membiasakan Menabung Sejak Menerima Penghasilan. Sebagian Pendapatan Perlu Disisihkan Untuk Masa Depan, Kebutuhan Keluarga, Dan Modal Usaha Setelah Kembali Ke Indonesia.
Melalui Kegiatan Ini, Peserta Memperoleh Materi Tentang Pengelolaan Keuangan, Investasi Aman, Pengenalan Produk Jasa Keuangan, Hingga Langkah-Langkah Pencegahan Penipuan Digital. Edukasi Tersebut Diharapkan mampu Mendorong Kesejahteraan PMI Sekaligus Memperkuat Perekonomian Keluarga Di Daerah. (Sugimin/17-Release Diskominfo Sragen)
