Sragen-Inspirasiline.com.
General Manager PG Mojo Sragen, Rohsudyanto, Menyatakan Berdasarkan Evaluasi Tahun 2025, PG Mojo Mencatat Pencapaian Tertinggi Sepanjang Sejarah Dengan Produksi Tebu Mencapai 4,4 Juta Kuintal Dan Produksi Gula Sekitar 27 Ribu Ton, Sekaligus Tertinggi Di Jawa Tengah. Ia Menambahkan, Target Giling Tahun 2026 Ditingkatkan Menjadi 5 Juta Kuintal.
“Kami Optimistis Target Giling Tahun Ini Tercapai. Tahun Lalu Terserap Sekitar 570 Tenaga Kerja, Sebagian Besar Warga Sragen, Dan Akan Terus Ditingkatkan. Pengelolaan Limbah Juga Diperkuat Melalui Kerja Sama Budidaya Cacing Dan Karang Taruna Setempat Dalam Pengolahan Kompos, Sehingga Hasilnya Lebih Optimal Dan Ramah Lingkungan,” Terangnya.
Bupati Sragen Sigit Pamungkas Menyampaikan Kabupaten Sragen Mendapat Alokasi Program Prioritas Nasional Untuk Meningkatkan Produksi Tebu Melalui Bongkar Ratuon Dan Memperluas Lahan Seluas 1.670 Hektare Dengan Total Bantuan Rp23 Miliar. Hingga Saat Ini, Realisasi Baru Mencapai 746 Hektare, Sehingga Diperlukan Percepatan Agar Target Dapat Terpenuhi Tahun Ini.
“Target Produksi PG Mojo Tahun Ini Tidak Sekedar Pencapaian, Tetapi Menjadi Cerminan Penguatan Ekonomi Masyarakat. Peningkatan Produksi Tebu Diharapkan Berdampak Langsung Pada Kesejahteraan Petani Serta Menekan Angka Kemiskinan, Khususnya Di Wilayah Utara Sragen Sebagai Sentra Tebu,” Ujarnya.
Ketua Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) Sragen, Parwanto, Menegaskan Komitmen Petani Untuk Mendukung Pencapaian Target Produksi Tahun Ini, Mengingat Potensi Tebu Di Sragen Yang Dinilai Melimpah. Ia Juga Menekankan Pentingnya Sinergi Dan Manajemen Distribusi Tebu Yang Baik Agar Tidak Terjadi Antrean Panjang Saat Proses Giling.
“Kami Para Petani Telah Berusaha Maksimal Selama Satu Tahun Dengan Biaya Yang Tidak Kecil. Harapannya, Hasil Yang Diperoleh Juga Sebanding. PG Mojo Harus Maju, Petani Juga Harus Sejahtera. Mari Kita Sukseskan Giling 2026 Sebagai Bagian Dari Kontribusi Menuju Swasembada Gula Nasional,” Tandasnya.
Musim Giling Tahun Ini Direncanakan Berlangsung Selama 170 Hari, Dimulai Pada 9 Mei 2026, Dengan Harapan Seluruh Proses Berjalan Lancar Dan Memberikan Hasil Optimal Bagi Industri Serta Petani Tebu. (Sugimin/17- Release Diskominfo Sragen)
