Pemkab Sragen Serahkan Bantuan 904 PK RTLH, Perkuat Upaya Pengentasan Kemiskinan

NEWS

Sragen-Inspirasiline.com. Dukungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen terhadap Program Nasional Tiga Juta Rumah diwujudkan melalui penyaluran bantuan Peningkatan Kualitas Rumah Tidak Layak Huni (PK RTLH) kepada 904 keluarga penerima manfaat. Program tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah daerah dalam menekan angka kemiskinan ekstrem sekaligus meningkatkan kualitas hunian masyarakat berpenghasilan rendah. Bantuan diserahkan secara simbolis di Pendopo Sumonegaran Rumah Dinas Bupati Sragen, Selasa (30/6/2026).

Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, Pertanahan, dan Tata Ruang (Disperkimtaru) Kabupaten Sragen, Aris Wahyudi, menjelaskan program ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat berpenghasilan rendah.

“Program ini dilaksanakan sebagai wujud pelaksanaan Program Nasional Tiga Juta Rumah serta komitmen Pemkab Sragen dalam menanggulangi kemiskinan ekstrem, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan memenuhi kebutuhan dasar akan hunian yang layak, sehat, dan aman,” ujarnya.

Ia menjelaskan, bantuan yang diserahkan berasal dari program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) sebanyak 803 unit, serta kolaborasi BSPS bersama Habitat for Humanity Indonesia sebanyak 101 unit.

“Total penerima manfaat yang diserahkan hari ini sebanyak 904 unit. Sebanyak 803 unit tersebar di 13 kecamatan dan 35 desa, sedangkan 101 unit hasil kolaborasi dengan Habitat for Humanity Indonesia berada di tiga desa di Kecamatan Tanon,” jelasnya.

Aris menambahkan, penyaluran bantuan dilakukan secara cashless melalui rekening masing-masing penerima manfaat di Bank BNI Cabang Pembantu Sragen. Dana untuk pembelian material dibayarkan langsung kepada toko bangunan yang telah ditunjuk sesuai tahapan pembangunan.

Pelaksanaan pembangunan rumah dilakukan secara swadaya dengan mengedepankan semangat gotong royong masyarakat dan didampingi tenaga fasilitator lapangan. Pembangunan ditargetkan selesai dalam waktu empat bulan.

Lebih lanjut, Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan dan Kawasan Permukiman (BP3KP) Jawa III, Aldino Herupriawan, menyampaikan BSPS bukan sekadar bantuan dana, tetapi juga sarana membangun semangat kebersamaan masyarakat.

“Program BSPS merupakan wujud nyata komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Program ini tidak hanya memberikan dukungan stimulan dana, tetapi juga menumbuhkan semangat swadaya dan gotong royong masyarakat dalam memperbaiki kualitas rumahnya,” katanya.

Ia menegaskan bahwa pelaksanaan BSPS dilakukan tanpa pungutan liar serta harus memenuhi prinsip tepat sasaran, tepat kualitas, tepat kuantitas, tepat waktu, dan tertib administrasi.

Sementara itu, Bupati Sragen, Sigit Pamungkas menegaskan bantuan PK RTLH merupakan bukti kehadiran negara dalam membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar akan tempat tinggal yang layak.

“Kehadiran program ini adalah bukti nyata bahwa negara hadir di tengah masyarakat, memberikan stimulan agar masyarakat dapat menata kembali tempat tinggalnya menjadi lebih sehat dan kokoh,” tuturnya.

Dirinya juga mengingatkan bahwa bantuan tersebut bersifat stimulan sehingga keberhasilan program sangat bergantung pada partisipasi masyarakat.

“Kunci keberhasilan program ini terletak pada semangat gotong royong. Kepada seluruh penerima manfaat, manfaatkan bantuan ini dengan sebaik-baiknya sesuai peruntukannya, serta rawat rumah yang telah dibangun agar menjadi tempat bernaung yang nyaman dan penuh berkah,” ingatnya.

Bupati Sigit Pamungkas  menyebut hingga pertengahan tahun 2026 sudah terdapat 16 desa di Kabupaten Sragen yang bebas dari rumah tidak layak huni.

“Dari 208 desa dan kelurahan di Kabupaten Sragen, saat ini sudah ada 16 desa yang bebas RTLH. Ke depan akan terus kita perluas sehingga masyarakat dapat hidup lebih nyaman, tinggal dengan layak, dan memiliki kualitas hidup yang semakin baik,” katanya.

Senada dengan hal tersebut, Anggota Komisi V DPR RI, Sriyanto Saputro, menyampaikan dukungannya terhadap upaya Pemkab Sragen dalam menghapus rumah tidak layak huni.

“Presiden memiliki program nasional pembangunan tiga juta rumah. Saya siap mendukung program Bupati Sragen agar ke depan Kabupaten Sragen bebas dari rumah tidak layak huni. Program ini harus kita kawal bersama,” tegasnya.(Sugimin/17- Release Diskominfo Sragen)

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *