Susun RDKK Pupuk Subsidi, Perhutani Telawa Dampingi Dinas Pertanian Kabupaten Boyolali

NEWS

BOYOLALI (inspirasiline.com) Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Telawa hadiri dalam kegiatan sosialisasi dan persiapan penyusunan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) pupuk bersubsidi yang diselenggarakan oleh Dinas Pertanian Kabupaten Boyolali. Acara ini berlangsung di balai desa Wonoharjo, Kecamatan Kemusu Kabupaten Boyolali, pada Sabtu (01/08).

Kegiatan ini dihadiri Kepala Dinas Pertanian Boyolali, Perhutani KPH Telawa, Koordinator PPL Kecamatan Kemusu, Kepala Desa Wonoharjo, Pengurus Karangtaruna, Pengurus Gapoktan, Kelompok Tani se-Desa Kemusu.
Kegiatan yang diadakan Dinas Pertanian Kabupaten Boyolali ini merupakan persiapan penyusunan e-RDKK tahun 2027 pupuk bersubsidi untuk lahan hutan dan pasang surat kepada para petani hutan dan pesanggem. Sinergi antara Perhutani dan PPL diharapkan mampu menjamin kelancaran kegiatan pertanian di kawasan hutan secara berkelanjutan.

Dalam agenda tersebut, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Boyolali Suyanto menyampaikan pentingnya persiapan penyusunan e-RDKK (electronic Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok) untuk tahun 2027. Maksud penyusunan RDKK lahan hutan dan pasang surut guna merencanakan kebutuhan bagi petani penggarap atau pesanggem di kawasan hutan dan sekitar waduk kedungombo.

“Data ini bertujuan sebagai dasar hukumdan acuan resmi pemerintah dalam penyaluran pupuk atau bantuan sarana produksi tani untuk petani yang tepat sasaran” ujar Suyanto.

Administratur KPH Telawa melalui Kepala Sub Seksi Kemitraan, Eko Purwanto, mengatakan bahwa Perhutani KPH Telawa berkomitmen mendukung Dinas Pertanian kabupaten Boyolali bersama jajarannya dalam penyusunan rencana RDKK sebagai bentuk kepedulian terhadap kebutuhan pupuk petani hutan untuk keberhasilan ketahanan pangan.

“Melalui pendampingan ini, kami berharap para petani dapat memperoleh alokasi pupuk bersubsidi secara tepat sasaran sesuai ketentuan yang berlaku. Sinergi antara Perhutani dan Dinas Pertanian menjadi langkah strategis untuk mendukung produktivitas pertanian di kawasan hutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan,” ujar Eko Purwanto.

Penyusunan e-RDKK dilakukan secara partisipatif dengan melibatkan pengurus Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH), Kelompok Tani Hutan (KTH) untuk memastikan petani penggarap di kawasan hutan masuk kedalam system data resmi, mendapatkan alokasi pupuk bersubsidi yang tepat sasaran dan sesuai kebutuhan riil di lahan lahan garapan.

Ketua Koperasi Produsen Wono Mulyo Makmur desa Wonoharjo selaku peserta undangan dalam kegiatan tersebut mengaprisasi kegiatan penyusunan rencan e-RDKK yang dilaksanakan Dinas Pertanian, PPL, jajaran Pemerintah Kecamatan Kemusu dan jajaran Perhutani.

“Kami mengharapkan ketersediaan stok pupuk subsidi yang mencukupi, serta harga yang terjangkau saat musim tanam tiba. Dukungan ini sangat penting untuk menekan biaya produksi dan menjaga hasil panen tetap baik.” Ujar Pujiono. ( jk/W3P)

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *