SRAGEN (inspirasiline.com) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen terus melakukan upaya penanganan dampak kekeringan yang terjadi di sejumlah Wilayah selama musim kemarau. Salah satunya dengan menyalurkan bantuan Air Bersih bagi Warga Desa Bagor, Kecamatan Miri, Jumat (21/8/2026).
Bantuan Air Bersih tersebut diserahkan langsung oleh Bupati Sragen, Sigit Pamungkas, bersama Jajaran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sragen. Sebanyak 4.000 Liter Air Bersih didistribusikan untuk memenuhi kebutuhan warga yang terdampak kekeringan.
Bupati Sigit Pamungkas mengatakan Desa Bagor menjadi Salah Satu Wilayah yang mengalami kesulitan Air Bersih karena Sumber Air Warga Mulai mengering selama musim kemarau.

“Kita di sini untuk menyerahkan bantuan Air Bersih. Di Desa ini terjadi kesulitan Air karena sumurnya sudah tidak mengalir,” ujarnya.
Menurutnya, terdapat sekitar 60 Kepala Keluarga (KK) di Desa Bagor yang terdampak kondisi tersebut. Pemkab Sragen bersama BPBD terus melakukan dropping Air Secara Rutin untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi.

“Di sini ada 60 Kepala Keluarga. Airnya kita drop secara rutin. Alhamdulillah, di tengah kesulitan Air masih bisa terfasilitasi dengan baik Airnya,” katanya.

Dirinya berharap Hujan Segera Turun sehingga sumber-sumber Air warga kembali terisi dan masyarakat tidak lagi mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Kita berdoa semoga Hujan segera turun sehingga sumur yang ada di sini bisa terpenuhi Airnya. Bagi warga Bagor tetap semangat bekerja dan menjalani kehidupan ini sebaik-baiknya di tengah keterbatasan Air di musim kemarau,” ungkapnya.
Salah seorang Warga Desa Bagor, Yanti, mengungkapkan bahwa Wilayahnya memang termasuk Daerah yang rawan mengalami kekeringan. Warga selama ini sangat bergantung pada Air Hujan, tidak hanya untuk kebutuhan rumah tangga, tetapi juga untuk memenuhi kebutuhan pertanian.
“Daerah Bagor ini sangat rawan kekeringan sehingga sangat mengandalkan Air Hujan. Bahkan Air untuk kebutuhan ladang juga berasal dari Air Hujan,” tuturnya.
Menurut Yanti, memasuki musim kemarau, sumur-sumur warga biasanya mulai mengering. Kondisi tersebut membuat masyarakat harus mengandalkan satu-satunya sendang yang tersedia di Wilayah tersebut.
“Mulai musim kemarau bisa dipastikan air sumur sudah kering. Untuk kehidupan sehari-hari kita hanya mengandalkan air dari sendang yang cuma satu sehingga sangat terbatas dan kurang untuk Warga Desa,” jelasnya.
Bantuan Air Bersih yang diberikan Pemkab Sragen pun disambut baik oleh warga. Bagi masyarakat yang tidak memiliki sumur, bantuan tersebut menjadi sangat berarti untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Saya senang dan bersyukur dengan adanya Bantuan Air ini. Di sini termasuk Daerah yang susah Air Bersih, apalagi saat kemarau. Buat saya sangat membantu karena saya tidak punya Sumur,” ungkap Yanti.
Sementara itu, Kepala BPBD Kabupaten Sragen, R. Triyono Putro, mengatakan Dropping Air Bersih ke Desa Bagor dilakukan bersama Bupati Sragen dan Tim sebagai bagian dari penanganan dampak kekeringan.
“Hari ini kami bersama Bupati dan Tim melakukan dropping air di Desa Bagor sebanyak 4.000 Liter. Di Desa Bagor ini ada 60 KK,” jelasnya.
Triyono menyebut kondisi kekeringan saat ini telah berdampak pada sejumlah Wilayah di Kabupaten Sragen. Secara keseluruhan terdapat 9 Kecamatan, 11 Desa, 25 Dukuh, Dan 37 RT yang masuk dalam Wilayah Rawan terdampak kekeringan.
“Saat ini Wilayah Tangen, Jenar, Gesi, dan Mondokan yang paling terdampak kekeringan,” katanya.
BPBD Kabupaten Sragen terus melakukan pemantauan terhadap Wilayah yang mengalami kesulitan air sekaligus menyalurkan bantuan secara bertahap sesuai kebutuhan masyarakat. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan ketersediaan Air Bersih tetap terjaga, terutama bagi warga di Wilayah yang paling terdampak musim kemarau. (Sugimin/17_ Release Diskominfo Sragen)
