Paduan Suara Gerejawi 2026 Gaungkan “Harmoni Nusantara Dalam Kasih Kristus” di Pendopo Grobogan

NEWS

GROBOGAN (inspirasiline.com) Pendopo Kabupaten Grobogan kini berubah menjadi panggung persatuan. Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah (LPPD) Kabupaten Grobogan sukses menggelar Konser Paduan Suara dengan tajuk “Harmoni Nusantara Dalam Kasih Kristus”, Sabtu (29/8/2026).

Konser bertaraf kabupaten ini mempertemukan 10 kelompok paduan suara gerejawi se-Kabupaten Grobogan. Dari alunan nada hingga harmonisasi vokal, seluruh peserta mempersembahkan karya terbaik sebagai bentuk pujian, pengabdian, dan cinta kepada Tuhan sekaligus kepada bangsa.

Bupati Grobogan Setyo Hadi tengan memberikan sambutan pada pembukaan Konser LPPD.

Acara dibuka secara resmi oleh Bupati Grobogan, Setyo Hadi. Kehadiran orang nomor satu di Grobogan ini menjadi bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap pengembangan seni budaya dan kerukunan umat beragama.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut jajaran Forkopimda Kabupaten Grobogan , Kepala Kesbangpol Grobogan Amin Hidayat, Kabag Kesra. Ketua FKUB. Ketua Bamag, serta para pendeta se kabupaten Grobogan. Kolaborasi lintas unsur ini menegaskan bahwa seni paduan suara menjadi ruang dialog kebangsaan yang mempersatukan.

Ketua LPPD Kabupaten Grobogan, Adi Jatmiko, S.H., M.H. menyampaikan bahwa konser ini lebih dari sekadar pertunjukan seni.

“Melalui tema Harmoni Nusantara Dalam Kasih Kristus, kami ingin menunjukkan bahwa keragaman suara bisa menjadi satu harmoni yang indah. Sama seperti Indonesia. Berbeda-beda, tetapi tetap satu dalam kasih dan semangat membangun Grobogan,” tegasnya.

Dalam laporannya, ,Adi Jatmiko mengatakan pelaksanaa kegiatan ini adalah Kabag Kesra dan LPPD dengan jumlah peserta 10 kelompok paduan suara.

Sementara Bupati Grobogan dalam sambutannya mengatakan Konser ini bukan hanya sekadar ruang untuk menampilkan keindahan seni dan talenta dalam paduan suara, tetapi juga menjadi bagian dari ungkapan syukur atas 81 Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia serta menjadi sarana pembinaan iman dan wadah untuk meningkatkan kebersamaan bagi para generasi muda.

Selanjutnya ia menandaskan dalam sebuah paduan suara, setiap orang memiliki karakter suara dan peran yang berbeda. Namun, ketika semuanya kompak, lahirlah sebuah karya yang indah dan bermakna.

Demikian pula dengan kehidupan kita di masyarakat. Kita boleh berbeda latar belakang, suku, budaya, maupun keyakinan, tetapi perbedaan tersebut bukan alasan untuk saling bermusuhan. Sebaliknya, keberagaman harus menjadi kekuatan untuk membangun persatuan dan kerukunan.

“Kemerdekaan yang kita nikmati hari ini merupakan hasil perjuangan panjang para pahlawan bangsa yang berjuang dengan penuh pengorbanan dan semangat pantang menyerah.

Bangsa Indonesia adalah bangsa yang majemuk. Oleh Karena itu, kegiatan ini harus kita maknai sebagai kesempatan untuk memperkuat rasa cinta tanah air, mempererat persaudaraan, serta membangun semangat kebersamaan di tengah keberagaman.” tegasnya.

Ia menyebut sudah menjadi kewajiban Bupati untuk mendukung kegiatan keagamaan yang dilaksanakan masing-masing agama.

“Atas nama Pribadi dan pemerintah Kabupaten Grobogan Saya sampaikan terima-kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh panitia dan jajarannya atas terlaksananya kegiatan ini” ucapnya

Bupati berharap melalui kegiatan ini semakin mempererat silaturahmi antar jemaat, memperkuat toleransi, persaudaraan, dan persatuan di tengah masyarakat.

“Mari bersama sama kita jaga keharmonisan kehidupan beragama di Kabupaten Grobogan.
Kepada seluruh peserta konser, tampilkan yang terbaik, bernyanyilah dengan penuh sukacita, dan jadikan setiap suara yang terucap sebagai ungkapan syukur kepada Tuhan sekaligus persembahan cinta kepada bangsa dan negara.” tutup nya.

Selama kurang lebih 3 jam, pendopo dipenuhi lantunan lagu-lagu rohani bernuansa nusantara. Penonton yang memadati lokasi terlihat khusyuk, terharu, hingga berdiri memberi aplaus. Konser ini menjadi ruang ekspresi iman, ruang pelestarian budaya vokal, sekaligus ruang memperkuat toleransi.

Di usia kemerdekaan ke-81, LPPD Grobogan membuktikan: seni adalah bahasa universal. Dan ketika 10 suara berbeda menyatu dalam satu simponi, disitulah Indonesia hadir dengan damai.

Adapun 10 kelompok paduan suara tersebut berasal dari padus Oikumene

Gabungan, Padus Ceracap Berdenting
GKJ Gabus, Padus Mazmur Bhakti
GIA Purwodadi, Padus GKJ Ngaringan, Padus Comunio
GKJ Purwodadi, Padus GKI Purwodadi, Padus RS Panti Rahayu , Padus GKRI Purwodadi, Padus GKJTU Kaliceret, dan Padus PWKI Purwodadi.

LPPD Grobogan. Satu Suara, Satu Nada, Satu Indonesia Dalam Kasih Kristus. (jk)

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *