Bupati Sigit Pamungkas Dorong Kader IPM Sragen Perkuat Kapasitas Hadapi Perubahan Zaman

NEWS

SRAGEN (inspirasiline.com) Bupati Sragen Sigit Pamungkas mendorong Kader Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) untuk terus meningkatkan kapasitas dan kualitas diri sebagai bekal menghadapi perubahan zaman.

Pesan tersebut disampaikan saat menghadiri Musyawarah Daerah (Musyda) ke-25 Pimpinan Daerah IPM Kabupaten Sragen di SMP Muhammadiyah 2 Sragen, Sabtu (5/9/2026).

Menurut Sigit Pamungkas, perkembangan Era digital telah mengubah cara pandang, proses, dan pola pembelajaran sehingga Organisasi Pelajar perlu lebih adaptif tanpa kehilangan visi dan tujuan. Karena itu, gerakan IPM perlu tetap relevan dengan tantangan zaman sekaligus menjaga nilai yang menjadi pijakannya.

“Penguatan Organisasi pelajar harus diarahkan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia. Muhammadiyah diharapkan terus menjadi wadah yang mendampingi dan mengasuh generasi muda agar mampu mempersiapkan masa depan bangsa, termasuk melalui akses pendidikan yang lebih luas,” kata Sigit Pamungkas.

Ia berharap kader IPM dapat memanfaatkan berbagai peluang untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Menurutnya, beasiswa perguruan tinggi dan keberadaan Sekolah Garuda di sekolah Muhammadiyah Sragen dapat menjadi bagian dari upaya membuka akses menuju pendidikan unggulan.

“IPM memiliki tanggung jawab memperkuat intelektual pelajar. Karena itu, adik-adik IPM harus terus meningkatkan kapasitas dan menjadi bagian dari generasi yang mampu mengakselerasi kualitas sumber daya manusia. Semoga Musyda ke-25 PD IPM Sragen berjalan lancar dan menghasilkan keputusan terbaik untuk kemajuan pelajar di Kabupaten Sragen,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua PDM Kabupaten Sragen Ali Rosyidhi mengatakan, IPM memiliki peran strategis dalam membangun gerakan dakwah di kalangan pelajar. Menurutnya, kader IPM diharapkan tidak hanya aktif dalam organisasi, tetapi juga mampu menjadi juru dakwah dan teladan bagi lingkungan sekolahnya.

“Program kerja harus mampu menyesuaikan perkembangan zaman, tetapi tetap berada pada poros dakwah Islam, amar makruf nahi munkar,” ujarnya.

Ali juga mendorong kader IPM untuk mengembangkan sikap kritis serta meningkatkan literasi digital. Menurutnya, pelajar perlu mampu menuangkan gagasan melalui media sosial secara positif dan beradab, sekaligus memastikan setiap program dapat dijalankan bersama oleh seluruh pengurus dan anggota. ( Sugimin/17- Release Diskominfo Sragen)

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *