BOYOLALI (inspirasiline.com) Perhutani, Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Telawa, melaksanakan monitoring dan evaluasi (monev), pengelolaan wisata alam Embun Bening Kedungombo Park, sebagai upaya meningkatkan kualitas layanan, keselamatan, dan keamanan pengunjung, Kegiatan ini dilakukan sebagai agenda rutin untuk memastikan pengelolaan wisata berjalan sesuai ketentuan, memenuhi standar kelayakan dan memastikan pengembangan wisata hutan berjalan berkelanjutan. Senin (21/09/2026).
Lokasi yang menjadi objek peninjauan adalah Wisata Embun Bening di petak 88 Resort Pemangkuan Hutan Karengan BKPH Karangwinong masuk Desa Rambat, Kecamatan Geyer, Kabupaten Grobogan. Destinasi ini dikenal sebagai unggulan dengan panorama waduk kedungombo dan pemandangan hutan yang hijau.. Pengelolaan Embun Bening dilaksanakan antara Perhutani dan CV. Tri Putra Telecom.
Embun Bening merupakan salah satu destinasi wisata yang menyuguhkan pemandangan air waduk Kedungombo serta pemandangan alam yang indah selain wisata Wonosari dan Kedungcinta.
Kegiatan Monitoring dan Evaluasi tersebut dilaksanakan oleh Administratur KPH Telawa,Kasi Perencanaan dan Pengembangan Bisnis, Kasi Produksi dan Eko Wisata bersama jajaran dan pihak Pengelola wisata Embun Bening Kedungombo park.
Monitoring dan evaluasi, dilakukan dengan meninjau langsung berbagai fasilitas wisata, mulai dari sarana dan prasarana pendukung, aksesibilitas kawasan, standar keselamatan pengunjung, hingga aspek kebersihan dan kenyamanan lingkungan, papan informasi, dan kesiapan pengelola dalam memberikan layanan wisata yang aman serta ramah pengunjung. Tim dari Perhutani, juga berdialog dengan pengelola wisata untuk memastikan pengelolaan destinasi tetap selaras dengan prinsip kelestarian hutan dan tata kelola wisata yang baik dan mitigasi risiko pada titik-titik rawan untuk menjamin keselamatan pengunjung wisata.
Administratur, KPH Telawa, Titus Aryanto, menyampaikan bahwa kegiatan monev, merupakan langkah penting untuk menjaga kualitas pengelolaan wisata hutan sekaligus memperkuat sinergi dengan pihak pengelola dan masyarakat. Dengan dialog bersama pengelola untuk memperoleh gambaran mengenai perkembangan mengenai usaha,potensi yang dapat dikembangkan serta kendala yang dihadapi selama ini.
“Monitoring dan evaluasi ini, dilakukan untuk memastikan fasilitas wisata tetap layak, aman, dan nyaman bagi pengunjung. Perhutani, juga mendorong pengelolaan wisata yang selaras dengan prinsip kelestarian hutan dan mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat desa sekitar,” ujarnya.
Kepala Seksi Produksi dan Ekowisata, Darmanta menambahkan bahwa kegiatan monitoring untuk memastikan setiap bentuk pemanfaatan kawasan hutan memiliki tata kelola yang baik dan sesuai ketentuan yang berlaku.
Menurutnya, pengembangan wisata hutan tidak hanya berorientasi pada peningkatan jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dengan berdirinya wisata Embun Bening selama ini telah membuka peluang usaha dan lapangan kerja bagi warga,khususnya warga Desa Rambat dan sekitarnya.
Sementara itu, pengelola wisata Embun Bening ,Rina Widiawati, menyambut baik kegiatan evaluasi dan monev yang dilaksanakan jajaran Perhutani serta mengapresiasi perhatian dan pendampingan yang rutin dilakukan Perhutani.
Ia, menilai kegiatan monitoring dan evaluasi menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas pengelolaan wisata.
“Dengan adanya monev dari Perhutani. Banyak masukan yang bisa kami tindak lanjuti untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung. Evaluasi ini menjadi bahan perbaikan agar pengelolaan wisata semakin tertata, aman, dan memberikan pengalaman terbaik bagi pengunjung. Kami juga berkomitmen untuk terus melibatkan masyarakat sekitar dalam pengelolaan wisata,” ungkapnya.
Melalui kegiatan monev ini, Perhutani, berharap pengembangan wisata hutan Embun Bening Kedungombo Park, semakin optimal, berdaya saing, dan dapat berkembang terus. Perhutani, juga terus mendorong kolaborasi dengan berbagai pihak agar pengelolaan wisata hutan mampu menjaga kelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa sekitar kawasan hutan. (jkW3P)
