SRAGEN (inspirasiline.com) Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) Radio Buana Asri Sragen menerima kunjungan studi tiru dari Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Pemalang serta lDinas Komunikasi, lInformatika dan Statistik Provinsi Gorontalo, Rabu (30/9/2026).
Kunjungan yang berlangsung di LPPL Radio Buana Asri Sragen tersebut menjadi ajang berbagi pengalaman mengenai tata kelola kelembagaan, Dasar Hukum, Program Siaran, hingga pengembangan media penyiaran berbasis digital.
Perwakilan Diskominfo Kabupaten Pemalang, Kurniasih Puji, mengatakan pihaknya ingin memperoleh gambaran mengenai regulasi dan tata kelola LPPL sebagai bahan penyusunan peraturan di Kabupaten Pemalang.
“Untuk saat ini kami benar-benar ingin mengetahui informasi yang ada di Sragen seperti apa, untuk menjadi bahan pertimbangan yang nantinya kami sesuaikan dengan kondisi di Pemalang, salah satunya agar tidak melanggar aturan,” ujarnya.
Direktur LPPL Radio Buana Asri Sragen, Husbandiyah Hadiwarni, menjelaskan LPPL Radio Buana Asri berpedoman pada Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyuaran. Sebagai lembaga penyiaran publik lokal, Radio Buana Asri didirikan oleh pemerintah daerah dengan prinsip netral, independen, dan tidak komersial.
Ia juga memaparkan tata kelola Dewan Pengawas yang melibatkan tiga unsur, yakni pemerintah, masyarakat, dan praktisi. Di Sragen, proses pemilihan Dewan Pengawas dilaksanakan melalui tahapan seleksi administrasi dan uji kelayakan dan kepatutan, sebelum hasilnya direkomendasikan kepada Bupati untuk ditetapkan.
Sementara itu, perwakilan Dinas Kominfo dan Statistik Provinsi Gorontalo, Leisyawati Ali, menyampaikan ketertarikannya untuk mempelajari program siaran dan program kerja yang dijalankan LPPL Radio Buana Asri Sragen.
Husbandiyah mengatakan Radio Buana Asri memiliki peran sebagai jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat. Selain menyampaikan informasi kepada publik, radio juga berupaya mengangkat isu-isu yang dekat dengan kehidupan masyarakat.
“Sebagai radio publik, kami menjadi jembatan antara pemerintah dengan masyarakat. Itu titik titik yang kami pegang. Kami berusaha peka terhadap hal-hal yang terjadi di masyarakat dan mengangkatnya menjadi bahan siaran,” jelasnya.
Radio Buana Asri juga terus mengembangkan layanan penyiaran melalui berbagai platform digital, seperti live streaming, aplikasi, YouTube, dan TikTok. Pengembangan tersebut sekaligus membuka bagi masyarakat, termasuk pelajar, untuk berpartisipasi dalam program siaran.
Sekretaris Diskominfo Kabupaten Sragen, Budi Yuwono, menyambut baik kunjungan studi tiru tersebut. Menurutnya, keberadaan Diskominfo dalam pengelolaan LPPL merupakan bagian dari upaya mendampingi dan mengawal pengembangan lembaga penyiaran daerah.
“Intinya dari Dinas Kominfo itu bahasa Jawa ngancani, mengawal. Sekarang sudah berkembang luar biasa dan sudah berinovasi, tidak hanya radio, tetapi juga live streaming, TikTok, Instagram, dan YouTube,” ungkapnya. (Sugimin/17-:Release Diskominfo Sragen)
