SRAGEN (inspirasiline.com) Gelaran Sragen Batik Heritage Fest 2026 Resmi ditutup di Gedung Sentra Industri Kreatif dan Kerajinan (SIKK) Sragen, Minggu (4/10/2026). Perhelatan yang berlangsung selama 3–4 Oktober tersebut menjadi ruang promosi sekaligus penguatan ekosistem batik dan ekonomi kreatif di Kabupaten Sragen.
Sragen Batik Heritage Fest 2026 melibatkan pemerintah daerah, pelaku seni budaya, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), dan komunitas. Selama dua hari, kegiatan diisi dengan Karnaval Batik Java Man Heritage Parade, Batik & Craft Expo, Festival Kuliner, workshop membatik, talkshow , serta pentas seni hiburan.
Bupati Sragen, Sigit Pamungkas, berharap berbagai rangkaian kegiatan yang digelar dapat semakin mengenalkan batik Sragen ke tingkat nasional. Menurutnya, penguatan promosi juga perlu berdampak pada kesejahteraan pelaku UMKM yang menjadi bagian dari ekosistem batik.
“Semoga dengan berbagai kegiatan batik Sragen lebih dikenal secara luas secara nasional, UMKM yang menjadi bagian dari ekosistem batik Sragen juga lebih makmur dan sejahtera,” ujarnya.
Apresiasi juga disampaikan Wakil Ketua Harian II Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas), Sri Suparni Bahlil. Ia menilai festival tersebut merupakan langkah positif Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen dalam memberdayakan sekaligus melestarikan potensi budaya daerah.
“Ini kegiatan yang sangat luar biasa. Saya perlu mengapresiasi promosi yang diadakan Pemkab Sragen dalam memberdayakan dan melestarikan budaya yang ada di Sragen,” katanya.
Sri Suparni menilai Sragen memiliki potensi budaya, sumber daya manusia, dan sumber daya alam yang besar untuk dikembangkan. Oleh karena itu, potensi tersebut perlu digali dan dikembangkan secara bersama-sama. “Potensi ini yang perlu kita gali bersama,” ujarnya (Sugimin/17- Release Diskominfo Sragen)
