44 Persen Korban Kecelakaan Lalu lintas Di Dominasi Pelajar dan Mahasiswa

NEWS

Slawi-Inspirasiline.com.  Tingginya angka kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Tegal kembali menjadi sorotan serius. Berdasarkan data dari Satuan Lalu Lintas Polres Tegal, tercatat peningkatan jumlah korban kecelakaan dalam beberapa bulan terakhir, di mana 44 persen di antaranya adalah pelajar. Kondisi ini menunjukkan bahwa kalangan remaja masih menjadi kelompok paling rentan dalam insiden kecelakaan di jalan raya. Hal itu disampaikan oleh Kasat Lantas Polres Tegal AKP. Barata Tungga Baruning Pawuri kepada media sesaat melakukan operasi simpatik Sebra Candi 2025 di SMA Negeri 2 Slawi.mengatakan bahwa pada kegiatan operasi candi 2025 fokusnya pada 40 Prosen preventif, 40 persen preventif dan sisanya baru penindakan.

‘ jadi kita lebih aktif ke masyarakat di semua lini termasuk di kalangan pelajar dan mahasiswa kami lakukan pendekatan secara langsung agar mereka ber etika santun dalam berlalu lintas.’ Jelas Kasat lantas.

Kasat juga menghimbau kepada siswa yang belum memiliki SIM berangkat sekolahnya diantar saja atau naik kendaraan umum. Karena secara kemampuan dan secara teruji belum bisa memiliki SIM karena masih dibawah 17 tahun.

Dikatakan oleh Pawuri Menindaklanjuti situasi tersebut, jajaran Satlantas Polres Tegal melakukan langkah preventif dengan memperkuat edukasi keselamatan berkendara kepada pelajar. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kasat Lantas Polres Tegal AKP Bharata Tungga, didampingi Kanit Kamsel Ipda Bares dan Kanit Gakkum Ipda Henry Ade Birawan, dalam rangkaian Operasi Zebra Candi 2025.

AKP Bharatungga Dharuning Pawurivh

Upaya edukasi dilakukan dengan mendatangi berbagai sekolah menengah pertama dan menengah atas di wilayah Kabupaten Tegal. Dalam pertemuan tersebut, ratusan siswa diberikan pemahaman mengenai tata tertib berlalu lintas, risiko berkendara tanpa kelengkapan, dan bahaya perilaku ugal-ugalan di jalan raya.

AKP Bharata Tungga menjelaskan bahwa masih banyak pelajar yang belum memiliki pemahaman yang benar mengenai keselamatan berkendara. Hal ini terlihat dari maraknya pelanggaran seperti berkendara di bawah umur, tidak memakai helm SNI, menggunakan knalpot tidak standar, hingga mengabaikan aturan marka dan rambu lalu lintas.

“Edukasi langsung kepada generasi muda sangat penting. Kami ingin menanamkan kesadaran bahwa keselamatan di jalan bukan hanya soal aturan, tetapi menyangkut nyawa. Target kami, angka kecelakaan yang melibatkan pelajar harus bisa ditekan secara signifikan,” tegas AKP Bharata Tungga.

Selain penyampaian materi, petugas juga melakukan sesi diskusi dan simulasi singkat mengenai cara berkendara yang benar serta penggunaan helm yang sesuai standar. Para pelajar juga diajak menjadi Pelopor Keselamatan dengan membawa pesan tertib lalu lintas kepada teman dan lingkungan sekitar.

Satlantas Polres Tegal menegaskan bahwa upaya edukasi ini akan dilaksanakan secara berkelanjutan, tidak hanya selama Operasi Zebra Candi berlangsung. Kegiatan sosialisasi serupa akan terus menyasar sekolah-sekolah dan komunitas remaja sebagai bentuk pendampingan dan pencegahan.

Irvan salah satu pengajar di SMA Negeri 2 Slawi adanya operasi simpatik yang dilakukan oleh Satlantas Polres Tegal sangat baik untuk pemahaman siswa , ‘ saya menghimbau kepada siswa yang belum memiliki SIM supaya tidak membawa kendaraan disisi lain secara kedewasaan belum lancar dan secara emosional sangat berpengaruh yang dikhawatirkan. Akan menambah tingginya angka kecelakaan. (Biet)

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *