SRAGEN (inspirasiline.com) Pembentukan karakter Dan tumbuh kembang Anak membutuhkan sinergi antara Keluarga, Sekolah, masyarakat, dan pemanfaatan teknologi secara bijak.
Hal tersebut menjadi perhatian dalam kegiatan Pawiyatan Tiyang Sepuh Wicaksono (Patsiwi) bertema “Membentuk Karakter Anak Hebat, Sinergi Rumah dan Sekolah dengan Dukungan Teknologi” di TK Katelan 2, Desa Katelan, Kecamatan Tangen, Senin (5/10/2026). Patsiwi merupakan salah satu program kerja Kelompok Kerja (Pokja) Bunda PAUD Kabupaten yang dilaksanakan secara rutin setiap bulan.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Sragen, Purwanti, mengingatkan para orang tua agar tidak menjadikan teknologi sebagai solusi instan dalam mendampingi anak. Menurutnya, penggunaan teknologi perlu disesuaikan dengan tahap tumbuh kembang anak.
“Ojo golek gampang cekeli HP, jangan. Tetapi bagaimana Anak-Anak ini bisa tumbuh kembang sesuai dengan perkembangan umurnya,” ujarnya.
Purwanti menegaskan anak merupakan aset bangsa yang perlu dipersiapkan sejak dini agar tumbuh menjadi generasi berkarakter dan mampu menyongsong Indonesia Emas 2045.
“Kami titip anak-anak dengan adanya digitalisasi, semoga tidak memengaruhi tumbuh kembang yang negatif, tetapi malah membawa kemajuan bagi anak-anak. Bersama-sama kita mewujudkan anak-anak Indonesia Emas di Tahun 2045,” katanya.
Sementara itu, Bunda PAUD Kecamatan Tangen, Bethaliana Supriyadi, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman, pengetahuan, dan keterampilan orang tua dalam mengasuh serta memberikan stimulasi tumbuh kembang anak secara optimal.
Menurutnya, pendampingan anak membutuhkan kolaborasi antara orang tua, tenaga pendidik, dan pemerintah agar anak memiliki karakter serta kemampuan yang kuat dalam menghadapi tantangan globalisasi.
“Ini adalah kolaborasi kita, panjenengan dan kita semua untuk mensukseskan Indonesia Emas. Bagaimana kita mengelola anak-anak ini untuk menyiapkan mereka ke jenjang yang lebih tinggi, yaitu Sekolah Dasar,” jelasnya.
Koordinator Wilayah Disdikbud Kecamatan Tangen sekaligus narasumber, Dyah Ari, menekankan bahwa anak hebat tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik, tetapi juga karakter dan kemampuan mengelola emosi. Menurutnya, pendidikan anak perlu didukung empat pilar, yakni keluarga, sekolah, masyarakat, dan media atau teknologi.
“Setiap anak memiliki kelebihan masing-masing yang perlu dikembangkan. Teknologi juga menjadi bagian penting, sehingga anak perlu didampingi agar dapat menggunakannya secara bijak,” ujarnya. (Sugimin/17- Release Diskominfo Sragen)
