Jejak Maritim Nusantara Digelar dalam Indonesia Culture 2026 di Sekolah Alam Ar Ridho Semarang

NEWS

SEMARANG (inspirasiline.com) FESTIVAL budaya tahunan Indonesian Culture diselenggarakan di Sekolah Alam Ar Ridho, Semarang Sabtu 17 Oktober 2026 lalu.

Mengusung tema “Menjelajah Jejak Menjaga Masa Depan Maritim Indonesia”, kegiatan ini mengajak peserta didik untuk menelusuri jejak sejarah kebudayaan maritim Nusantara. Kali ini bertema jejak maritim di kawasan Sulawesi. Sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap kelestarian laut Indonesia.

Melalui napak tilas jalur rempah dan perdagangan dunia, peserta didik diajak mengenal kekayaan warisan budaya bahari. Memahami peran penting perdagangan rempah dalam perjalanan sejarah bangsa. Serta menyadari pentingnya menjaga laut bagi masa depan Indonesia.

Pembina Yayasan Sekolah Alam Ar Ridho, Nurul Khamdi

Ustad Nurul Khamdi, Bachelor of Engineering, selaku Founder sekaligus Pembina Yayasan Sekolah Alam Ar Ridho yang menjadi salah satu tokoh yang berperan dalam pengembangan pendidikan di Sekolah tersebut menyatakan, kegiatan tahunan ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan pengalaman belajar yang menghubungkan pengetahuan dengan kehidupan nyata. Sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada generasi muda.

Sementara itu Direktur Sekolah Alam Ar Ridho, Mia Inayati Rachmania, A.Md, menjelaskan bahwa Indonesian Culture bukan sekadar festival tahunan. Melainkan juga ruang belajar yang melibatkan seluruh komunitas sekolah. “Indonesia Culture merupakan festival tahunan yang menjadikan ruang belajar budaya bagi siswa. Juga sebagai ajang kreatifitas anak-anak, guru dan orang tua untuk terlibat. Di sini kita belajar dan menelusuri jalur rempah dan perdagangan dunia melalui panggung budaya, gelar karya, pasar jelajah, pojok foto serta galeri art dan craft yang semua hasil karya dan kerja besar siswa dan guru,” ujar Mia Inayati Rachmania dalam sambutannya.

Dukungan terhadap pengembangan pendidikan dan penanaman nilai-nilai kebudayaan, menurut Mia juga menjadi bagian dari peran Bapak Jumala, MM, selaku Pembina Yayasan Sekolah Alam Ar Ridho. Melalui kegiatan ini, sekolah menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada pengetahuan. Tetapi juga mendorong pembentukan karakter, kreativitas, kerja sama, dan kepedulian terhadap lingkungan.

Rangkaian Indonesian Culture 2026 melibatkan peserta didik dari jenjang TK, SD, SMP hingga SMM (Sekolah Muda Mandiri).

Salah satu acara utama adalah Pagelaran Panggung Budaya, yang menampilkan beragam pertunjukan dari anak-anak di setiap jenjang pendidikan. Melalui panggung “Benteng Sorawalio” ini, para peserta didik memperoleh kesempatan untuk mengekspresikan kreativitas, mengembangkan rasa percaya diri, serta memperkenalkan kekayaan budaya Nusantara.

Galeri Karya dan galeri art and craft menjadi ruang apresiasi bagi hasil kreativitas peserta didik dan guru. S jiementara Pasar Jelajah menghadirkan pengalaman mengenal kekayaan budaya melalui beragam sajian dan aktivitas bertema Nusantara.

Pojok Foto turut melengkapi rangkaian acara sebagai ruang bagi pengunjung untuk mengabadikan momen dalam suasana perayaan budaya.

Penyelenggaraan Indonesian Culture 2026 menjadi wujud pembelajaran kontekstual yang memadukan sejarah, seni, budaya, dan kepedulian lingkungan. Dengan melibatkan siswa, guru, dan orang tua, kegiatan ini juga memperkuat kolaborasi antara sekolah dan keluarga dalam mendukung proses pendidikan anak.

Melalui Indonesian Culture 2026, Sekolah Alam Ar Ridho berharap dapat menumbuhkan generasi muda yang menghargai keberagaman budaya, mengenal sejarah bangsanya, berani berkarya, serta memiliki kepedulian terhadap masa depan maritim Indonesia. (Win).

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *