Kreativitas Siswa dan Pendidikan Maritim di Indonesian Culture Jadi Sorotan

NEWS

SEMARANG (inspirasiline.com) Beragam perspektif memperlihatkan bahwa Festival Indonesian Culture yang diselenggarakan Sekolah Alam Ar Ridho Semarang bukan sekadar perayaan anak didik, pembelajaran sejarah, serta kepedulian terhadap lingkungan. Masyarakat memandang sebagai ajang edukatif yg positip.

Festival tahunan ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Dari instansi pemerintahan, perguruan tinggi, dan mitra sekolah.

Kegiatan ini juga melibatkan kepala sekolah, guru, orang tua murid, serta peserta didik dari berbagai jenjang pendidikan.

Dinas Pendidikan Semarang memberikan apresiasi atas penampilan siswa dan inovasi lingkungan.

Yudha Wijayanto, S.T., M.T., Wakil Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang Bidang Pembinaan Sekolah Dasar menilai penampilan peserta anak didik sangat baik. Terutama perpindahan adegan teatrikal yang didukung teknologi visual berupa videotron.

“Ar Ridho memang keren, penampilan dari adik-adik sangat bagus sekali apalagi perpindahan part teatrikal yang didukung videotron patut diapresiasi.

Juga inovasi tentang pengelolaan air limbah menjadi air bersih dapat dijadikan contoh dan kolaborasi ke sekolah negeri yang lain,” ujar Yudha Wijayanto.

Kepala Sekolah SD Alam Ar Ridho, Santi Muliawati, S.Pd., menyampaikan bahwa pelaksanaan acara mendapat dukungan besar dari orang tua murid, peserta didik, dan guru.
Menurutnya, keterlibatan berbagai pihak menjadi bagian penting dalam menyukseskan kegiatan bertema kemaritiman tersebut.

“Indonesian Culture 2026 terselenggara dengan konsep kemaritiman dan mendapat support sangat bagus dari wali murid, juga anak-anak dan guru sebagai tim yang luar biasa.

Hadirnya tamu undangan dari kedinasan Kota Semarang juga dari Polairud menyampaikan sebagai didikan sangat baik tentang kemaritiman yang diajarkan sejak anak-anak,” ungkap Tatik.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMP Alam Ar Ridho, Widiyawati S. Pd menilai Indonesian Culture menjadi sarana pengembangan potensi peserta didik melalui konsep TASK, yaitu Talent, Attitude, Skill, dan Knowledge.

“Sebagai sarana yang sangat keren untuk meningkatkan TASK (Talent, Attitude, Skill dan Knowledge) anak didik yang diwadahi dengan nama Indonesian Culture.

Dari sisi pendidik, Wahyu Sholeh Riyadi, S.Pd., mengungkapkan kebanggaannya terhadap keterlibatan peserta didik dalam rangkaian kegiatan.

Ia berharap Indonesian Culture terus diselenggarakan setiap tahun dengan inovasi dan kreativitas baru, sehingga siswa dapat mengeksplorasi keragaman serta keunikan pulau-pulau di Indonesia.

Dukungan terhadap kegiatan ini juga datang dari orang tua murid, Titis Fictoriani, A.Md. Dia menyebut Indonesian Culture sebagai kegiatan tahunan yang dinantikan oleh siswa, guru, dan orang tua karena menghadirkan tema serta pengalaman belajar yang berbeda setiap tahun.

“Indonesian Culture sebuah kegiatan tahunan yang dinanti-nanti siswa, guru dan wali murid karena banyak hal yang didapat anak-anak karena temanya selalu berbeda dan tidak monoton.

Kenangan Terakhir Kelas IX dan harapan bagi adik kelas memiliki makna tersendiri. Kalea, siswi kelas IX mengungkapkan bahwa kegiatan tahun ini menjadi kesempatan untuk memberikan penampilan dan karya terbaik sebelum menyelesaikan masa pendidikannya di sekolah tersebut.

“Indonesian Culture kali ini kami ingin memberikan tampilan dan karya yang terbaik sebagai kenang-kenangan terindah terakhir kami di Sekolah Alam Ar Ridho. Kedepannya semoga adik kelas kami meneruskan, berinovasi dengan karya-karya terbaik mereka yang lebih baik lagi dari kami (kelas 9),” ujar Kalea.

Dalam rangkaian acara, pengelola Sekolah Alam Ar Ridho Semarang berharap dapat terus menumbuhkan generasi yang mencintai keberagaman budaya, berani berkarya, mampu bekerja sama, serta memiliki tanggung jawab untuk menjaga kekayaan alam dan masa depan maritim Indonesia. (Win).

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *