Suharyono, S.Pd.,M.Pd. Korwildikcam Tawangharjo Yang Penuh Kreatif

NEWS

GROBOGAN (inspirasiline.com) Jika pendidikan adalah sebuah taman, maka ia adalah salah satu penjaga taman yang paling tekun. Namanya Suharyono, S.Pd., M.Pd. Lelaki kelahiran Plosorejo, Tawangharjo, Grobogan, tahun 1977, yang kini mengemban amanah sebagai Koordinator Wilayah Bidang Pendidikan Kecamatan (Korwildikcam) Tawangharjo. Ditemui diruang kerjanya, Rabu (21/10/2026) ia membagi pengalamannya dengan media Inspirasi Jateng ini.

Jalan pengabdiannya tidaklah instan. Ia merintis dari titik paling sunyi. Sejak tahun 2004 hingga 2014, selama satu dekade, ia mengabdi sebagai tenaga honorer Klasifikasi K2 di SDN 1 Mayahan, Tawangharjo. Dalam senyapnya status honorer, ia tak berhenti belajar. Tahun 2011, ia menyelesaikan Sarjana Pendidikan, sebagai bukti bahwa keterbatasan bukanlah alasan untuk berhenti bermimpi.

Buku fiksi karangan Suharyono SPd, MPd.

Tahun 2014 menjadi gerbang takdir. Ia diangkat sebagai PNS pertama sebagai Guru SD. Dari ruang kelas yang sederhana, kreativitasnya justru menyala terang.

Bukan sekadar mengajar, ia menulis. Lima buah buku fiksi ia lahirkan dari rahim perenungannya. Karya sastra yang tidak hanya menjadi jejak intelektual, tetapi juga mengantarkannya meraih Rekor No. 3 MURI. Karena kreativitas dan literasi itulah, ia kemudian dipercaya sebagai Kepala SDN 1 Jono, Tawangharjo, sejak 23 Februari 2023, meski hanya 7 bulan mengabdi, jejaknya sudah membekas.

Dahaga ilmu tak pernah padam. Tahun 2022, ia menuntaskan S2 Pendidikan dari UMK Kudus. Gelar magister itu bukan sekadar titel, melainkan bekal untuk mengabdi lebih luas.

Sebagian buku fiksi karangan Suharyono SPd, MPd.

Karirnya melesat bagai anak panah yang terlepas dari busur keikhlasan. Ia dipercaya sebagai Pengawas Bidang Pendidikan di Tawangharjo hanya dalam 16 bulan, kemudian dipercaya pimpinan sebagai Korwil Dikcam Gabus sejak 1 Februari 2025, selama 8 bulan. Hingga akhirnya, pada Oktober 2025, ia kembali pulang, diangkat sebagai Korwildikcam Tawangharjo hingga sekarang, memimpin tanah kelahirannya sendiri.

Kini, di pundaknya, amanah itu begitu besar. Ia memimpin kurang lebih 500 orang guru yang tersebar di 29 SD, 27 TK, dan 18 PAUD di wilayah Tawangharjo. Lima ratus lentera bangsa yang harus ia jaga nyalanya.

Di balik ketegasan dan kreativitasnya, ada keluarga yang menjadi jangkar. Ia dianugerahi seorang putra bernama Danu Aji Pambudi, yang menjadi sumber semangatnya untuk terus berkarya.

Ketika ditanya apa prinsip hidupnya, ia menjawab dengan kalimat sederhana namun menghujam: “Jalani. Tekuni. Berusaha, dan Sukses.”

Empat kata itu adalah sari pati dari 20 tahun pengabdiannya. Dari honorer K2 hingga menjadi Korwil, dari menulis buku fiksi hingga memimpin ratusan guru. Suharyono adalah potret guru Indonesia yang sesungguhnya: kreatif, patriotik, tidak pernah mengeluh, dan selalu setia pada panggilan Ibu Pertiwi untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. (jk)

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *