Agustina Wilujeng Tanamkan Toleransi Lewat Cerita, Cara Sederhana Merawat Keberagaman Semarang

EDUKASI

SEMARANG (inspirasiline.com) – Hidup berdampingan dengan orang yang berbeda latar belakang belum tentu membuat seseorang benar-benar memahami orang lain. Karena itu, Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti mendorong masyarakat untuk membangun toleransi melalui kebiasaan sederhana, salah satunya dengan membaca, mendengarkan, dan menuliskan cerita tentang kehidupan sesama.

Gagasan tersebut diwujudkan melalui program Aktivitas Warga Pintar (AWP) Bercerita 2026 yang mengangkat tema “Toleransi, Keberagaman di Kota Semarang”. Program ini menjadi salah satu upaya Pemerintah Kota Semarang dalam memperkuat budaya literasi sekaligus menanamkan nilai empati di tengah masyarakat yang beragam.

Saat membuka Kick Off AWP Bercerita 2026 di Hotel Grasia Semarang, Rabu (21/10/2026), Agustina menekankan bahwa cerita dapat menjadi jembatan untuk memahami pengalaman hidup yang berbeda.

Menurutnya, seseorang tidak harus mengalami kehidupan yang sama dengan orang lain untuk dapat menghargai perasaan, keyakinan, dan pilihan hidup mereka. Melalui cerita, pembaca dapat mengenal sudut pandang yang sebelumnya terasa asing.

“Barangkali, salah satu cara mengubah dunia adalah melalui sebuah cerita. Cerita mendekatkan yang terasa asing, membantu kita memahami kehidupan orang lain, dan membuka ruang untuk saling mengerti,” ungkapnya.

Agustina menilai Semarang memiliki banyak pengalaman keseharian yang dapat menggambarkan praktik toleransi. Kehidupan kampung, hubungan antartetangga, tradisi, hingga perjumpaan warga dengan latar belakang dan keyakinan berbeda menyimpan kisah tentang persahabatan, gotong royong, dan kepedulian.

Nilai-nilai tersebut, menurutnya, tidak selalu tumbuh dari peristiwa besar. Toleransi justru dapat dimulai melalui tindakan sederhana, seperti bersedia mendengarkan pendapat orang lain, menghormati keyakinan yang berbeda, memberikan ruang bagi sesama, dan bekerja sama dalam kehidupan bermasyarakat.

“Toleransi tumbuh melalui hal sederhana: bersedia mendengarkan, menghormati keyakinan orang lain, memberi ruang bagi perbedaan, dan bekerja sama,” ujarnya.

Melalui AWP Bercerita 2026, Pemkot Semarang mengajak peserta dari jenjang SD, SMP, SMA, dan masyarakat umum untuk menggali pengalaman nyata di lingkungan masing-masing. Pengalaman itu kemudian dapat diolah menjadi cerita pendek yang menyampaikan pesan keberagaman dengan bahasa yang dekat dengan pembaca.

Program yang diinisiasi Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Semarang tersebut terdiri atas pelatihan menulis, lomba cerita pendek, serta penerbitan buku antologi karya terpilih. Dengan rangkaian ini, masyarakat tidak hanya diajak memahami literasi sebagai keterampilan membaca dan menulis, tetapi juga sebagai sarana membangun kepekaan sosial.

Bagi Agustina, pembangunan kota tidak cukup hanya diukur dari kemajuan fisik, infrastruktur, dan fasilitas publik. Kualitas kehidupan masyarakat juga tercermin dari cara warga memperlakukan satu sama lain di tengah perbedaan.

Karena itu, penguatan toleransi perlu berjalan beriringan dengan upaya membangun ruang publik yang inklusif dan membuka kesempatan bagi masyarakat untuk saling mengenal.

Ia juga mendorong guru, orang tua, komunitas, dan pegiat literasi untuk terlibat mendampingi anak-anak dalam membaca serta menulis. Lingkungan yang memberikan ruang untuk bertanya dan berdiskusi diharapkan membantu generasi muda memahami keberagaman sejak dini.

Melalui program ini, Agustina berharap semakin banyak kisah tentang persahabatan lintas perbedaan, kepedulian terhadap tetangga, dan semangat gotong royong yang terdokumentasi.

Cerita-cerita tersebut diharapkan tidak hanya memperkaya khazanah sastra lokal, tetapi juga mengingatkan masyarakat bahwa toleransi bukan sekadar slogan. Nilai itu perlu hadir dalam sikap sehari-hari agar Semarang tetap menjadi kota yang memberi ruang bagi setiap warganya untuk hidup berdampingan secara damai. (*)

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *