PMI Grobogan Distribusikan 2,055 Juta Liter Air Bersih, Jangkau 104 Desa di 19 Kecamatan

NEWS

GROBOGAN  (inspirasiline.com) Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Grobogan terus menunjukkan komitmennya dalam membantu masyarakat yang terdampak kekeringan melalui program distribusi bantuan air bersih. Sejak dimulai pada 8 Juli 2026 hingga 28 Oktober 2026, PMI Kabupaten Grobogan telah menyalurkan sebanyak 2.055.000 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat di wilayah terdampak.

Bantuan tersebut telah menjangkau 104 desa di 19 kecamatan, dengan total penerima manfaat sebanyak 19.479 kepala keluarga (KK). Dari jumlah tersebut, tercatat 31.152 jiwa laki-laki dan 33.596 jiwa perempuan telah menerima manfaat dari program distribusi air bersih ini.

Warga di salah satu desa di Kec Pulokukon yang memanfaatkan air bersih bantuan PMI Grobogan

Dalam pelaksanaannya, PMI Kabupaten Grobogan mengerahkan dua unit armada tangki air yang masing-masing memiliki kapasitas 5.000 liter. Armada tersebut dioperasikan setiap hari oleh staf dan relawan PMI untuk memastikan bantuan dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan, khususnya di wilayah yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.

Ketua PMI Kabupaten Grobogan, Dr. Ir. Moh. Sumarsono, M.Si., menegaskan bahwa PMI akan terus berkomitmen mendukung pemerintah dalam penanganan dampak kekeringan, terutama melalui penyediaan bantuan air bersih bagi masyarakat.

“PMI akan terus berkomitmen membantu pemerintah dalam memberikan bantuan air bersih kepada warga yang terdampak kekeringan. Kami berharap bantuan yang disalurkan dapat meringankan beban masyarakat dan memberikan manfaat nyata bagi warga yang membutuhkan,” ungkapnya, Kamis (29/10/2026).

Sementara itu, Kepala Markas PMI Kabupaten Grobogan, Djasman, S.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan distribusi dilaksanakan secara berkelanjutan dengan mengerahkan dua unit armada tangki air serta dukungan staf dan relawan PMI yang bertugas setiap hari di lapangan.

“Sejak distribusi dimulai pada 8 Juli 2026 hingga 28 Oktober 2026, kami telah menyalurkan sebanyak 2.055.000 liter air bersih. Jumlah tersebut telah melampaui target awal sebesar 1.200.000 liter, atau mencapai sekitar 171,25 persen dari target yang ditetapkan,” jelas Djasman.

Ia menambahkan, capaian tersebut merupakan hasil kerja sama dan dukungan berbagai pihak, mulai dari mitra, donatur, hingga dukungan PMI Pusat dan International Federation of Red Cross and Red Crescent Societies (IFRC) melalui mekanisme Disaster Response Emergency Fund (DREF). Dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan operasi distribusi air bersih bagi masyarakat terdampak kekeringan.

Di sisi lain, luasnya wilayah terdampak kekeringan di Kabupaten Grobogan menjadi tantangan tersendiri bagi tim pelaksana di lapangan. Koordinator Lapangan, Gesit Kristyawan, menyampaikan bahwa distribusi air bersih memerlukan perencanaan yang matang, pengaturan rute yang efektif, serta koordinasi yang baik agar bantuan dapat disalurkan secara tepat sasaran.

Berbagai kendala masih dihadapi selama pelaksanaan, di antaranya keterbatasan pasokan bahan bakar jenis biosolar, terbatasnya ketersediaan air baku, serta jarak lokasi pengambilan air bersih yang cukup jauh dari desa-desa sasaran. Kondisi tersebut menuntut tim untuk terus menyesuaikan strategi dan mengoptimalkan penggunaan armada yang tersedia.

Meski menghadapi beragam tantangan, semangat staf dan relawan PMI Kabupaten Grobogan untuk membantu masyarakat tetap terjaga. Setiap kegiatan distribusi dilaksanakan dengan mempertimbangkan kebutuhan warga, kondisi akses menuju lokasi, serta ketersediaan sumber air dan bahan bakar.

Capaian distribusi lebih dari dua juta liter air bersih ini menjadi bukti nyata pentingnya kolaborasi antara PMI, pemerintah, mitra, donatur, dan relawan dalam merespons dampak kekeringan. PMI Kabupaten Grobogan berharap dukungan berbagai pihak dapat terus berlanjut sehingga kebutuhan air bersih masyarakat di wilayah terdampak dapat terpenuhi.

Melalui semangat kemanusiaan, PMI Kabupaten Grobogan akan terus berupaya hadir di tengah masyarakat, memberikan bantuan secara cepat, tepat, dan humanis, serta memastikan bahwa masyarakat yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih tetap mendapatkan perhatian dan dukungan. (jk/Ag)

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *