GROBOGAN (inspirasiline.com) – Di ruang sunyi yang penuh dengan naskah pengabdian, sebuah penegasan itu dilontarkan. Bukan sekadar imbauan, melainkan titah zaman.
Kepala Bidang Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PMPTK) Dinas Pendidikan Kabupaten Grobogan, Sudrajat Dangu Asmoro, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa guru di Kabupaten Grobogan, khususnya jenjang SD dan SMP, tidak boleh lagi terjebak dalam pembelajaran yang dangkal dan monoton.
Guru harus bisa melakukan pembelajaran yang mendalam. Lebih dari itu, seorang guru hari ini harus bisa menguasai digitalisasi pembelajaran yang disebut PID (Papan Informasi Digital).

Ia mengatakan hal tersebut di ruang kerjanya, di sela-sela penyerahan apresiasi penghargaan Dinas Pendidikan kepada kepala sekolah, guru, dan pengawas yang telah meraih beberapa inovasi pendidikan, yakni pengembangan sistem TKA (Tes Kemampuan Akademik), Innovative Government Award, dan guru yang berdedikasi pada tugas dan fungsinya.
“Guru saat ini harus bisa melakukan pembelajaran mendalam dan digitalisasi pembelajaran melalui PID, itu baru guru yang bermutu,” ucap Sudrajat di ruang kerja, Selasa (3/11/2026).
Sebuah kalimat tegas yang menampar kesadaran. Bahwa guru yang bermutu bukanlah ia yang hanya datang, mencatat absen, dan pulang. Guru yang bermutu adalah ia yang mau beradaptasi dengan peradaban. Ia yang mau mengabdi dengan teknologi. Ia yang patriotik, karena mendidik generasi dengan cara-cara terbaik di zamannya.
Di tengah arus digital yang tak terbendung, papan tulis kapur tak lagi cukup. Anak-anak Grobogan butuh jendela dunia. Dan jendela itu bernama PID. Di sanalah ilmu ditampilkan lebih hidup, lebih interaktif, lebih merdeka.
Terkait guru PPPK yang diangkat menjadi kepala sekolah, Drajat menyebut bahwa hal itu sudah sesuai dengan Permendikdasmen No. 7 Tahun 2025.
Tahap pertama, Grobogan telah mengangkat 16 orang guru P3K menjadi kepala sekolah, namun syaratnya minimal masa kerja 8 tahun sejak menjadi guru.
Ini adalah bentuk keadilan dan penghargaan bagi mereka yang telah lama mengabdi. Bahwa status PPPK bukanlah penghalang untuk memimpin. Selama pengabdian itu nyata, selama integritas itu terjaga, maka pintu kepemimpinan akan selalu terbuka.
Grobogan membutuhkan guru-guru petarung. Guru yang tidak gagap teknologi, tapi justru menunggangi teknologi untuk mencerdaskan anak bangsa. (jk)
