Penulis: Sugimin
SRAGEN | inspirasiline.com
TINGKAT keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Rate (BOR) di rumah sakit (RS) di Kabupaten Sragen mengalami lonjakan tajam pekan ini. Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati menyiapkan instruksi Bupati untuk penanganan Covid-19 yang terus meningkat.
Instruksi Bupati itu direncanakan keluar pada pekan depan, setelah mengakomodasi permasalahan yang ada di daerah.
“Banyak evaluasi dan kami sudah menyiapkan langkah. Tunggu instruksi Bupati saja, yang berlaku pada 15 Juni mendatang. Jumat (11/6/2021) kemarin ada video conference dengan Presiden. Beliau berpesan supaya berhati-hati. Sempat dipaparkan kondisi Covid-19 di Jawa Tengah dan Sragen masih masuk. Selain itu Presiden juga meminta supaya mengejar cakupan vaksin,” ujarnya.
Per Jumat (11/6/2021), BOR Ruang Isolasi Pasien Covid-19 mencapai 75%. Sementara BOR untuk Ruang Intensive Care Unit (ICU) naik menjadi 90%.
Sebelumnya pada Senin (7/6/2021) lalu, BOR untuk Ruang Isolasi RS masih 64%, atau ada kenaikan hingga 11% dalam waktu lima hari. Sedangkan BOR untuk Ruang ICU pada Senin lalu masih di angka 84,21%, naik hingga 5,79% menjadi 90%.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sragen dr Hargiyanto menyampaikan, BOR untuk Ruang ICU sekarang mencapai 90% dari kapasitas sebanyak 19 tempat tidur.
Hargiyanto mengatakan, dalam tiga hari ke depan, pembangunan Ruang ICU dengan kapasitas enam tempat tidur di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Soeratno Gemolong, Sragen sudah selesai dan bisa digunakan. Dengan penambahan enam bed di Ruang ICU tersebut, akan menurunkan persentase BOR ICU di Sragen.
“Untuk BOR isolasi di RS memang meningkat menjadi 75%. Peningkatan BOR isolasi itu disebabkan Sragen sedang puncak-puncaknya peningkatan kasus baru Covid-19. Hari-hari sebelumnya angka kasus rata-rata 50 orang per hari, sejak sepekan terakhir naik bisa sampai 70 orang. Per Jumat (11/6/2021) kemarin, kasus baru lebih dari 70 orang,” ungkap Hargiyanto saat dihubungi inspirasiline.com melalui ponselnya, Sabtu (12/6/2021) siang.
Hargiyanto menerangkan, DKK memperbaiki sarana dan prasarana di Technopark untuk menghadapi lonjakan kasus baru di Sragen yang masih naik. Pihaknya membangun sumur dalam untuk kebutuhan air bersih bagi warga yang melaksanakan isolasi mandiri di Technopark.
Menurut Hargiyanto, jumlah penghuni Technopark sekarang terus bertambah, dari 105 orang per Senin lalu, kini naik signifikan menjadi 158 orang. BOR di Technopark Sragen sudah di atas 50% dari total kapasitas sebanyak 280 tempat tidur.
“Semoga setelah melewati puncak Covid-19 ini, kasus di Sragen mulai mereda dan menuju zona hijau,” harapnya.***
