Penulis: Yokanan | Editor: Dwi NR
BLORA | inspirasiline.com
BERTEPATAN dengan Peringatan HUT Ke-76 Kemerdekaan RI, Selasa (17/8/2021), Kabupaten Blora “geger.” Pasalnya, Blora yang semula berada pada zona Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3, oleh pemerintah pusat dinyatakan masuk PPKM Level 4.
Celakanya lagi, beberapa kebijakan sudah telanjur diumumkan oleh pemerintah setempat, salah satunya adalah pemberlakuan pembelajaran tatap muka (PTM) sudah diizinkan.
Hingga berita ini ditulis, berbagai pihak pengambil kebijakan tengah melakukan rapat untuk menyikapi masuknya Blora di PPKM Level 4.

Siswanto, salah satu Wakil Ketua DPRD Blora ketika dikonfirmasi menyatakan, Dewan memanggil beberapa OPD terkait untuk klarifikasi persoalan tersebut.
“Siang ini DPRD undang Pemda untuk membahas permasalahan tersebut,” tandasnya.
Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Blora Edy Widayat ketika dikonfirmasi terkait Blora masuk PPKM Level 4, menyatakan, banyak aspek untuk menjelaskannya.
“Panjang ceritanya, yang jelas kasus terkonfirmasi Covid-19 di Blora terus turun. Selasa (17/8/2021), tambahan kasusnya saja hanya 7 kasus,” jelasnya.
Sementara Bupati Blora Arief Rohman ketika dihubungi mengatakan, masuknya Blora ke PPKM Level 4 dikarenakan ada delay data.
Dia sudah koordinasi dengan Kemenkes dan akan segera koordinasi dengan Kemendagri.
Diketahui, sesuai Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 34 Tahun 2021, PPKM Level 4, 3, dan 2 di Jawa-Bali diterapkan hingga 23 Agustus. Penerapan PPKM berbasis level di Jawa-Bali akan dievaluasi secara mingguan oleh pemerintah dan kembali diumumkan setiap pekannya.
Di Jawa Tengah tercatat cukup banyak daerah masuk dalam PPKM Level 4.
Tercatat ada 15 kabupaten/kota masuk dalam PPKM Level 4 di Jawa Tengah, antara lain Kabupaten Boyolali, Temanggung, Purbalingga, Wonogiri, dan Kabupaten Sukoharjo.
Kemudian ada Kabupaten Klaten, Kebumen, Banyumas, Kota Tegal, Kota Surakarta, Kota Salatiga, Kota Magelang, serta Kabupaten Sragen, Karanganyar, dan Kabupaten Blora.***
