Penyerapan Anggaran Covid-19 Desa Gedongan-Pungsari Capai 40 Persen Lebih

NEWS

Penulis: Sugimin | Editor: Dwi NR
SRAGEN | inspirasiline.com

DALAM rapat virtual beberapa waktu lalu, Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati mengancam akan menunda Bantuan Khusus Keuangan, baik dari anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI maupun DPRD atau dari Bupati dan Wakil Bupati (Wabup), bagi desa yang kurang maksimal dalam penyerapan anggaran Covid-19.

Menyikapi ancaman Bupati tersebut, para kepala desa (kades) saling mengoreksi pengaplikasian anggaran Covid-19 yang dialokasikan pada Dana Desa (DD).

Desa Gedongan dan Pungsari, misalnya, penyerapan anggaran percepatan dan penanganan Covid-19 sudah mencapai 40 persen lebih dari DD.

“Tempat saya sudah di atas 40%, untuk pembelian masker, hand sanitizer, disinfektan, sembako bagi warga yang isolasi mandiri (isoman) di rumah, dan obat-obatan untuk warga yang sudah divaksin,” ungkap Kades Gedongan Maryanto kepada inspirasiline.com di balai desa setempat, Senin (30/8/2021).

“Tempat saya juga sama, sudah lebih dari 40%. Penggunaannya pun sama. Akhir tahun nanti insyaAllah di atas 60 persen dari DD,” timpal Kades Pungsari Joko Sarono, saat berada di Balai Desa Gedongan.

Sumber di Kantor Kecamatan Plupuh menyebutkan, penyerapan anggaran Covid-19 desa-desa di Kecamatan Plupuh, baru Desa Sambirejo yang sudah di atas 60 perse.

Terpisah, Kades Dari Rinduwan mengatakan, anggaran Covid-19 di desanya juga sudah mencapai 60 persen.

“Maaf rincian penggunaannya, sekretaris desa (sekdes) yang bawa. Kebetulan sekdes sedang ke kantor kecamatan,” ujar Rinduwan singkat.

Camat Plupuh Sumarno saat hendak dikonfirmasi inspirasiline.com, tidak berada di tempat.

“Bapak sedang keluar, besok saja ke sini lagi,” kata seorang staf Kantor Kecamatan Plupuh yang tidak mau disebut identitasnya.***

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *