Penulis: Sugimin
SRAGEN | inspirasiline.com
HARI ini, Senin (13/9/2021), Kabupaten Sragen mulai menggelar seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Seleksi PPPK diikuti 2.228 orang, dari lowongan yang ada 1.538 formasi, dilaksanakan sampai Jumat (17/9/2021) di SMA Negeri 1, SMKN 1, dan SMKN 2 Sragen.
Seleksi PPPK digelar dengan protokol kesehatan (prokes) sangat ketat, karena pesertanya cukup banyak.
”Ini kesempatan untuk para guru diangkat menjadi PPPK, sehingga diharapkan mempersiapkan diri seoptimal mungkin,” ungkap Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Sragen Prihantomo saat memantau seleksi PPPK di SMKN 1 Sragen, Senin (13/9/2021).
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Sragen Sutrisna yang memantau seleksi PPPK di SMAN 1 Sragen mengatakan, seleksi PPPK ini sebenarnya wewenang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Jawa Tengah, karena semua formasi PPPK kali ini hanya untuk guru.
Dikatakan, peserta seleksi PPPK adalah para guru honorer di sekolah yang selama ini sudah mengajar di sejumlah sekolah yang tersebar di Kabupaten Sragen.
Sistem soalnya tidak seperti computer assisted test (CAT) nasional sebagaimana pelaksanaan tes calon pegawai negeri sipil (CPNS). Namun lebih seperti Ujian Nasional Berbasis Kompetensi (UNBK), dengan batasan passing grade nilai yang harus terpenuhi.
”Pada 2018 lalu, untuk PPPK, sejumlah 501 orang yang diangkat, termasuk pertanian dan kesehatan. Ada yang tidak lolos, karena tidak memenuhi persyaratan passing grade. Padahal saat itu tidak ada batas kuota. Jadi musuh utamanya saat ini kesiapan diri sendiri,” ungkapnya.
Sutrisna menjelaskan, persaingan kali ini akan semakin sempit dan ketat. Saat ini ada kuota yang juga harus bersaing dengan peserta lain. Semisal, salah satu SD ada lima orang guru wiyata bakti (WB), namun kuotanya yang tersedia hanya dua, otomatis mereka bakal saling bersaing.
Makin runyam jika hanya satu yang lolos, maka ujian gelombang berikutnya, posisi tersebut bisa diperebutkan dengan calon PPPK baru ke depannya.
Mantan Sekretaris Komisi Pemilihan Umum ( KPU) Sragen ini berpesan kepada peserta seleksi PPPK, supaya tidak percaya dengan janji orang atau oknum yang bisa meloloskan dengan imbalan sejumlah uang.
“Karena banyak rumor, ada orang yang bisa meloloskan menjadi PPPK dengan imbalan puluhan, bahkan ratusan juta rupiah. Sekali lagi saya pesankan, jangan percaya dengan janji orang,” tandas Sutrisna.
“Ada juga yang titip ke saya dan saya katakan, ‘saya tidak memiliki kapasitas untuk meluluskan atau tidak meluluskan seseorang menjadi PPPK, ikuti saja mekanismenya dan kerjakan soal-soal yang ada dengan benar’. Yang bisa meluluskan menjadi PPPK, ya dirinya sendiri, bukan orang lain. Kan gitu,“ beber Sutrisna ketika inspirasiline.com menanyakan, apakah ada yang menghubunginya untuk titip atau menitipkan seseorang.***
