Sanggar Seni Brojodento melestarikan dan  mengembangkan seni budaya daerah

NEWS

Sragen-Inspirasiline.com Akhir-akhir ini banyak komunitas bidang budaya  muncul di media online ataupun dunia nyata, termasuk Sanggar Seni Brojodento melestarikan dan mengembangkan Budaya daerah seperti, Karawitan, Tari, wayang (pakeliran) dan ketoprak

Salah satu anggota Sanggar Seni Brojodento Desa Jambanan, Kecamatan Sidoharjo, Kabupaten Sragen Nita Sudiyartini, S.Pd saat bincang-bincang dengan Inspirasiline.com Kamis (9/11/2021) memaparkan makna : Pemerhati, penggali, pengkaji dan pelestari bidang budaya, secara pribadi menyatakan sangat bangga dan mengapresiasi komunitas-komunitas tersebut terutama  Sanggar Seni Brojodento  sebagai bagian dari Kesadaran pribadi dan komunal  yang berimbas pada upaya pelestarian dan mendukung ketahanan nasional dibidang kebudayaan sebagai pondasi identitas kebangsaan. Akan tetapi tidak semua komunitas tadi mempunyai pemikiran maju, beberapa malah jalan ditempat saja atau cukup puas dengan yang dilakukannya saat ini.

Pemimpin Sanggar Seni Brojodento Suyatno, S.Sen.M.Pd

“Pada kesempatan ini, ijinkan saya menyumbang saran para pengelola komunitas tentang pemahaman beberapa tujuan umum yang seharusnya kita capai. Hal ini mengingat budaya merupakan catatan serta bukti peradaban pendahulu yang harus mampu kita terjemahkan tata nilainya guna diwariskan bagi generasi berikutnya”. Ungkap Nita Sudiyartini, S.Pd

Nita Sudiyartini yang juga Kepala Sekolah Dasar Negeri ( SDN ) Gentanbanaran 2 Kecamatan Plupuh ini  memandang kebanyakan orang hanya sebagai pemerhati pribadi atau komunal mengikuti perkembangan budaya  tertentu secara berkesinambungan, dimana hasilnya dipergunakan untuk kepentingan pribadi atau komunitas terbatas. Pribadi atau komunal tadi bersifat pasif dalam menerima informasi yang disajikan oleh pihak lain, kadangkala mereka juga melakukan pembuktian lapangan  atas petunjuk pihak lain.

Berbeda dengan penggali kata Nita Sudiyartini, penggali adalalah karakter pribadi atau komunal yang mempunyai informasi cukup, kemudian bergerak mencari bukti penguat atas suatu teori atau bahkan mencari bukti-bukti baru guna memperkaya data dan menunjang teori baru yang belum terungkap atas peristiwa budaya dengan tema tertentu. Pribadi dan komunal ini bertindak sangat aktif dalam mengumpulkan dan mendokumentasi data lapangan. Lini ini sangat penting guna menarik benang merah peristiwa budaya dari satu kejadian ke kejadian lainnya.

Penasehat/Pembina Sanggar Seni Brojodento Sugiono, S.Sos

Sedangkan pengkaji adalah karakter pribadi atau komunal yang mempunyai bekal ilmu pengetahuan cukup dalam memahami suatu budaya, ilmu pengetahuan tersebut bisa berasal dari lingkungan akademis ataupun hasil pengalaman lapangan. Berperilaku melakukan kajian atas teori-teori lama apakah masih layak ataukah harus diubah karena ditemukannya bukti baru oleh lini penggali. Lini ini amat sangat memahami setiap karakter peradaban di wilayah atau era tertentu, sehingga keahliannya sangat dibutuhkan dalam upaya identifikasi atas temuan data baru. Sifat lini ini sangat aktif dan terbuka menerima masukan pihak lain dalam pertemuan khusus yang ditujukan mengkaji suatu peradaban dari sisi budaya

Pelestari lha Sanggar Seni Brojodento ini kata Nita Sudiyartini  Adalah pelestar yang memiliki karakter pribadi atau komunal yang sudah melampaui ketiga tahapan tersebut . Pengetahuannya atas budaya masa lalu dikembangkan sedemikian rupa dalam era kekinian. Maka perannya sangat penting sebagai penyambung peradaban masa lalu dengan saat ini agar tidak terputus oleh kejadian yang menyebabkan runtuhnya sebuah peradaban dikawasan tertentu. Kemampuannya melakukan penyesuaian peradaban dari masa lalu ke masa kini tanpa kehilangan unsur pondasi peradabannya adalah keahlian tertingginya.

” Sanggar Seni Brojodento ini pembinanya Kepala Desa ( Kades) Jambanan Bapak Sugino sedangkan Pimpinannya Bapak  Joko Suyatno, S.Sen, M.Pd berharap kedepan seni budaya daerah bisa menjadi budaya nasional. Mohon doanya semoga Sanggar Seni Brojodento  berhasil ‘ Ungkap Nita Sudiyartini mengakiri bincang-bincangnya dengan Inspirasiline.com. ( Sugimin/17)

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *