Penulis Joko Widodo
Grobogan, Inspirasiline com
UPTD Pasar Grobogan wilayah barat dalam target retribusi yang ditetapkan, pada akhir bulan Desember ini optimis akan tercapai. Demikian disampaikan Kepala UPTD pasar Wilayah barat Edi Joko Mulyono kepada Inspirasiline.com yang menemuinya disela sela kegiatannya di Gubug, Jumat pagi (17/12/21).
Edi yang menjabat Kepala UPTD pasar wilayah barat sejak akhir Desember 2020 itu mempunyai tugas dan tanggungjawab mengelola pasar Godong, pasar hewan Ketitang, pasar Gubug dan pasar Tegowanu. Ia diberikan tugas tahun 2021 ini untuk memasukkan pendapatan daerah dari retribusi pasar sebesar Ro 300 juta, dia optimis target itu tercapai “Insyaallah tercapai mas target itu, sekarang saja sudah 97% kok, sampai akhir bulan Desember ini saya optimis bisa memenuhi target” katanya mantap.

Dalam proses kerjanya, Edi dibantu beberapa staf nya selalu melakukan pengawasan dan pembinaan ke pasar pasar dibawah tanggung jawabnya.
Terkait jumlah pedagang, pasar Godong sebanyak 800 orang, pasar hewan Ketitang 150 orang, pasar Gubug 900 orang dan pasar Tegowanu 250 orang pedagang.
Kata Edi, dari jumlah pedagang pasar wilayah barat, belum semua memiliki SKIP (surat keterangan ijin penempatan), sebab hal itu tergantung jumlah kios dan los yang akan ditempati, berarti sebagian pedagang ada yang berada diluar lapak pasar, terutama pedagang yang berada di pinggir bangunan pasar belum memiliki SKIP. Pihaknya bersama paguyuban pedagang disetiap pasar, para pedagang yang belum ber SKIP akan ditata sehingga tidak menimbulkan masalah tersendiri. Seperti yang ada di pasar Gubug, pedagang ditata sesuai tempat kios dan los yang ada namun juga masih ada pedagang yang berjualan diluar lapak yang disediakan.
Muh Subekhan, Ketua paguyuban pedagang pasar Gubug yang ditemui Inspirasiline.com terkait pedagang mengatakan diluar lapak pasar masih ada 100 an pedagang yang belum mau masuk ke pasar induk, mereka yang berjualan di lapangan maunya berjualan diluar saja.”Mereka maunya bebas tidak mau membayar retribusi, tugas kami hanya mediasi saja, untuk penertiban itu urusan Satpol PP ” ungkap Subekhan.
Masalah yang tidak kalah pentingnya adalah soal sampah yang selalu menumpuk di depan pasar Gubug, sampah dari pedagang lancar, tetapi ketika sudah menumpuk tidak segera diangkut, sehingga menimbulkan situasi yang tidak nyaman dan timbul bau tak sedap ” Itu kan tugas dari Dinas Lingkungan Hidup ” ucap Subekhan.
Terkait hal ini, Edi Joko Mulyono selaku Kepala UPTD meminta agar pengelolaan sampah di pasar yang saat ini pada Dinas Lingkungan Hidup dapat dikelola Disperindag seperti halnya parkir, dulu dikelola Dishub tetapi sekarang bisa dikelola Disperindag, kata Edi mengakhiri perbincangannya. (jkw)
